BACA JUGA:Perjanjian Dagang RI–AS Berpotensi Berubah, Airlangga Lobi Tarif Produk Unggulan Tetap Nol Persen
Penumpang ferry berjalan menuju kapal. ASDP memberlakukan diskon dansingle tarif pada musim mudik LEbaran 2026. -Dokumentasi ASDP-
Direktur Utama ASDP Heru Widodo memberikan penekanan khusus pada visi di balik kebijakan ini. “Melalui stimulus dan single tarif, kami ingin memastikan mudik Lebaran 2026 berlangsung lebih tertib, terjangkau, dan lancar. Ini adalah bentuk kolaborasi pemerintah dan BUMN untuk menghadirkan perjalanan penyeberangan yang aman sekaligus meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Digitalisasi dan Kesiapan Tiket
Mengantisipasi lonjakan penumpang, ASDP melalui Corporate Secretary Windy Andale mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan teknologi. Pemesanan tiket kini sudah dapat dilakukan sejak H-60 melalui platform Ferizy.
Kapal ferry milik ASDP yang siap melayani para pemudik pada musim Lebaran 2026. -Dokumentasi ASDP-
Sistem ini dirancang untuk memberikan kepastian jadwal. Tiket yang dibeli secara daring akan dikirimkan melalui WhatsApp atau email, didukung dengan berbagai opsi pembayaran digital. Windy menekankan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan untuk memantau penyerapan manfaat stimulus ini secara real-time.
Bagi para calon pemudik, terdapat tiga poin wajib yang harus dipatuhi:
- Wajib memiliki tiket sebelum tiba di area pelabuhan.
- Datang sesuai dengan jadwal keberangkatan yang tertera.
- Mengisi data identitas penumpang dengan benar dan lengkap untuk keperluan manifest.
Dengan integrasi antara diskon harga, penyederhanaan tarif, dan sistem digitalisasi yang kuat, ASDP optimistis mudik 2026 akan menjadi standar baru pelayanan publik yang lebih manusiawi dan terorganisir. Perjalanan lintas pulau kini bukan lagi beban, melainkan jembatan kebahagiaan menuju hari kemenangan. (*)