Pembunuhan bisa multimotif. Dalam pembunuhan Juanda, 23, oleh temannya, Adit Aryasyaputra, 25, di Dusun Bojong Gaul, Sumedang, Jabar, Minggu, 22 Februari 2026, polisi mengatakan bahwa motifnya dua. Yakni, dendam karena dihina dan niat mencuri mobil korban. Motif mana yang lebih jahat?
MOTIF tidak membebaskan pembunuh dari tanggung jawab hukum pidana. Dengan motif apa pun, pelaku mencabut nyawa korban. Pelaku harus dihukum. Namun, motif bisa jadi bahan pelajaran sebelum seseorang membunuh.
Minggu, 22 Februari 2026, sekitar pukul 07.30 WIB, warga menemukan mayat (yang kemudian diidentifikasi polisi sebagai) Juanda, warga Kecamatan Sumedang Selatan. Mayat berlepotan darah. Darah segar. Tubuh Juanda masih hangat. Pembunuhan baru saja terjadi.
Warga lapor polisi yang mengolah TKP, mengungkap identitas korban. Segera, polisi mengidentifikasi korban. Polisi mendatangi rumah korban. Bertanya kepada keluarganya.
BACA JUGA:Pembunuhan di Gudang RSUD Majalaya, Bandung: Utang Kecil Utang Besar
BACA JUGA:Pembunuhan Motif Utang Rp2,4 Juta di Gondanglegi, Malang: Soal Faktor X pada Otak
Hasilnya diketahui. Juanda meninggalkan rumah pagi itu sekitar pukul 05.30. Atau, sekitar dua jam sebelum mayat Juanda ditemukan. Saat berangkat, Juanda naik mobil Toyota Avanza hitam miliknya. Tujuannya membeli HP (Juanda pedagang HP). Namun, keluarga tak tahu lokasi tujuan dan akan bertemu siapa?
Polisi memperluas penyelidikan, memeriksa beberapa saksi lain. Dilakukan cek silang antara satu kesaksian dengan kesaksian lain. Hasilnya….
Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika dalam konferensi pers, Senin, 23 Februari 2026, mengatakan, ”hanya dalam waktu enam jam, kami telah berhasil mengungkap kasus pembunuhan disertai pencurian dengan kekerasan ini. Kami sudah menangkap tersangka.”
Kerja polisi sangat cepat. Tersangka Adit ditangkap polisi di sebuah rumah kos-kosan di Jalan Prabu Geusan Ulun, Kelurahan Regol Wetan, Sumedang Selatan, Minggu, 22 Februari 2026, sekitar pukul 13.00. Tak sampai enam jam dari saat penemuan mayat.
BACA JUGA:Pembunuhan Alvaro Terungkap setelah Delapan Bulan: Mata Rantai Info Saksi
BACA JUGA:Pembunuhan Modus Pemalakan di Bogor: Don’t Talk to Strangers
Berarti, pembunuhan terjadi pada rentang waktu antara pukul 05.30 sampai 07.30. Atau, rentang bisa diperpendek dihitung sejak korban bertemu pelaku sampai pembunuhan.
Apakah pembunuhan berencana ataukah spontan?
AKBP Sandityo menceritakan, berdasar pengakuan tersangka, sehari sebelum kejadian tersangka dan korban sudah janjian bertemu di pagi itu, atas ajakan tersangka. Tujuannya membeli HP. Sebab, tersangka tahu pekerjaan korban jual beli HP.