Mainan Koleksi Berbasis AI Kian Laris di Tiongkok: Mainan Masa Depan Bikin Bahagia dan Interaktif

Selasa 24-02-2026,15:13 WIB
Reporter : Doan Widhiandono
Editor : Noor Arief Prasetyo

BACA JUGA:Planet Toys ‘Turun Gunung’, Distributor Mainan yang Buka Toko Ritel

BACA JUGA:Harian Disway di China International Press Communication Center (CIPCC) (99): Diplomasi Lewat Mainan

Harus diakui, barang langka bisa mendatangkan pembeli. Tapi, belum tentu ada keterikatan jangka panjang.

Jing punya jawabannya. “Mainan koleksi AI dapat menggabungkan estetika tren dan kekuatan intellectual property (IP). AI bisa memberikan kepribadian, memori, dan kemampuan untuk bertumbuh,” ujarnya.

“Itu memungkinkan mainan koleksi berevolusi dari objek statis menjadi karakter hidup yang dapat berinteraksi dengan pengguna dalam jangka panjang,” tambahnya.

Kata Jing, “Di masa lalu, pembelian ulang didorong oleh kelangkaan. Di masa depan, ia akan didorong oleh vitalitas karakter itu sendiri.”

Karena itu, pemerintah Tiongkok pun mendukung. Dalam rencana aksi yang dirilis November 2025, kategori mainan koleksi untuk pertama kalinya dimasukkan sebagai prioritas konsumsi. Nilai pasarnya ditarget melampaui 100 miliar yuan pada 2027.

Artinya, dukungan tidak hanya datang dari pasar, tetapi juga kebijakan. Kombinasi itu membuka ruang eksperimen lebih luas bagi pemain seperti MarveLab.

Namun Jing menekankan, pendekatan mereka bukan sekadar “menempelkan” fitur AI pada figur lama. “Mainan koleksi AI sama sekali bukan soal menumpuk fungsi AI di atas figur statis. Tapi, seluruh ekosistem konten harus digarap,’’ ujarnya. Alih-alih memosisikan AI sebagai fitur berdiri sendiri, perusahaannya menjadikan AI sebagai mesin di balik karakter.

“Jika sebuah produk digambarkan ‘seperti manusia sungguhan’, dengan temperamen dan kepribadian sendiri, itulah pengalaman yang benar-benar diharapkan pengguna mainan koleksi,” kata Jing. 

Strategi itu juga tercermin pada langkah bisnisnya. MarveLab baru saja menuntaskan pendanaan tahap awal yang dipimpin Jinqiu Capital, dengan partisipasi Shoucheng Holdings. Wave Capital bertindak sebagai penasihat keuangan eksklusif.

Dana tersebut, menurut perusahaan, akan difokuskan untuk membangun ekosistem konten. Ekspansi dilakukan lewat diversifikasi bentuk produk, inovasi gameplay, dan potensi kolaborasi dengan seniman mapan guna memperkaya jejaring karakter.

Artinya, strateginya bukan cuma bentuk mainan. Tetapi mewujudkan entitas yang memiliki cerita, respons, bahkan memori interaksi. Jika strategi itu berhasil, mainan koleksi tidak lagi berhenti di momen “unboxing”. Ia berubah menjadi relasi jangka panjang antara pengguna dan karakter. (*)

 

Kategori :