HARIAN DISWAY - Francisco Rivera, gelandang Persebaya Surabaya asal Meksiko, mengungkapkan rasa sedihnya terkait kondisi kampung halamannya.
Anda sudah tahu, saat ini dilanda gelombang kerusuhan. Rivera membagikan pandangannya itu menjelang laga Persebaya vs PSM Makassar di pekan ke-23 Super League 2025/2026.
Ia fokus pada dampak sosial yang dirasakan warga negara Meksiko dan komunitas internasional.
Rasa keprihatinan Rivera muncul ketika ia mengikuti berbagai laporan mengenai situasi di Meksiko pasca-tewasnya Nemesio 'El Mencho' Oseguera Cervantes, bos kartel narkoba yang selama ini menjadi sosok sangat berpengaruh di wilayah tersebut.
Rivera menegaskan bahwa berita kematian pemimpin kartel tersebut menimbulkan keprihatinan mendalam di tengah-tengah publik Meksiko yang berhadapan dengan aksi kekerasan berulang.
BACA JUGA:Preview Persebaya vs PSM Makassar, Menanti Kebangkitan Bajol Ijo
BACA JUGA:Riwayat Cedera Striker Baru Persebaya Bruno Paraiba, Pernah Cedera Engkel!
Kekacauan di Meksiko karena Tewasnya El Mencho
Kendaraan terbakar di Acatlan de Juarez, negara bagian Jalisco, Meksiko. Kekacauan merebak setelah militer Meksiko mengumumkan kematian bos kartel El Mencho dalam sebuah operasi militer-Ulises Ruiz/AFP -
Dikutip dari laporan lintas media, tewasnya El Mencho terjadi dalam operasi militer pemerintah Meksiko pada Minggu, 22 Februari 2026.
Aparat berupaya melacak lokasi persembunyian sang bos melalui jejak-jejak yang terpantau, termasuk mengikuti salah satu kekasihnya ke sebuah resor terpencil di wilayah pegunungan.
Operasi penyerbuan yang melibatkan pasukan khusus berujung pada baku tembak sengit dan pengejaran di hutan. Sehingga memicu gelombang kekerasan yang meluas ke beberapa negara bagian Meksiko.
Kematian figur pemimpin kartel tersebut memicu keresahan dan gangguan keamanan di sejumlah wilayah.
BACA JUGA:Tekad Bangkit Persebaya Kontra PSM, Bajol Ijo Sudah Move On!
BACA JUGA:Persebaya Takluk Lawan Persijap, Tavares: Kami Lemah Saat Set Piece!
Menurut laporan yang dikutip media internasional, otoritas Meksiko menyatakan bahwa lebih dari 70 orang tewas dalam upaya penangkapan dan bentrokan susulan di Jalisco serta wilayah sekitarnya.