SURABAYA, HARIAN DISWAY - Ruang Halle Wisma Jerman lebih ramai ketimbang biasanya pada Jumat sore, 27 Februari 2026. Itu karena Kino Wochenende (KiWo) hadir lagi. Nonton film Jerman dengan teks Bahasa Inggris adalah ngabuburit yang menyenangkan.
Tepat waktu, Wisma Jerman memutar film Hello Again yang dalam bahasa aslinya berjudul Ein Tag für immer itu pada pukul 16.00 WIB. Film itu menemani para peserta menunggu waktu berbuka tiba.
Menurut Dhahana Adi Pungkas, KiWo adalah program rutin dua bulanan yang digagas oleh Wisma Jerman. Dulu, namanya Arthouse Cinema, tapi kemudian di-branding ulang.
“Kino itu film, wochenende itu akhir pekan. Jadi memang konsepnya nonton santai jelang weekend,” papar lelaki yang karib dipanggil Ipung tersebut.
BACA JUGA: Europe on Screen, Nobar Film Eropa 2024 di Sidoarjo
BACA JUGA: 5 Kegiatan Ngabuburit Produktif yang Bisa Dilakukan selama Ramadan
Sebagai cultural program assistant Wisma Jerman Surabaya, ia menerangkan bahwa KiWo adalah peluang bagus bagi publik yang penasaran pada film-film Jerman.
Sebab, biasanya film-film Eropa tidak masuk bioskop Indonesia. Untuk menontonnya, publik harus menghadiri festival besar.
"Film Eropa punya cara bercerita yang berbeda. Dialognya kuat, alurnya rapi sesuai skrip, dan sering kali mengajak penonton berpikir," lanjut Ipung.
Menurutnya, nonton bareng (nobar) film Eropa paling pas diikuti dengan diskusi. "Ini bukan cuma tontonan, tapi juga pemantik diskusi," paparnya.
BACA JUGA: Ngabuburit Ramadan 2026: Menu Sehat, Kegiatan Sosial, dan Kebersamaan Keluarga
BACA JUGA: Ide Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu Ngabuburit
ADEGAN film Hello Again (Ein Tag für immer) yang menampilkan Zazie dan tantangannya. -epd film-YouTube
Sekitar 40 orang hadir sore itu. Ada pelajar, mahasiswa, hingga pekerja yang menonton film itu. Acaranya gratis dan terbuka untuk umum. Bahkan, panitia menyediakan takjil gratis untuk penonton yang datang.
Film berdurasi 80 menit itu bercerita tentang Zazie, gadis muda yang jatuh cinta kepada Philip. Hubungan mereka berjalan baik sampai kemudian berpacaran.