Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Iran Janjikan Pembalasan yang Paling Sengit

Minggu 01-03-2026,11:39 WIB
Reporter : Taufiqur Rahman
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dipastikan tewas dalam gelombang serangan udara masif yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel.

Kematian ulama berusia 86 tahun tersebut dikonfirmasi oleh televisi pemerintah Iran pada Minggu, 1 Maret 2026, menyusul operasi militer besar-besaran yang kini telah memasuki hari kedua dengan tujuan meruntuhkan rezim Republik Islam.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan keberhasilan operasi tersebut dan mendeskripsikan Khamenei sebagai "salah satu orang paling jahat dalam sejarah."

Trump menegaskan bahwa serangan tidak akan berhenti hingga rezim jatuh, sembari menyerukan kepada pasukan keamanan Iran untuk meletakkan senjata.

"Ini adalah kesempatan tunggal terbesar bagi rakyat Iran untuk mengambil kembali negara mereka," ujar Trump dalam pernyataan resminya.

BACA JUGA:Konflik Timur Tengah Pengaruhi Jadwal Umrah, 58.873 Jamaah Indonesia Masih di Arab Saudi

Senada dengan Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu turut menyerukan rakyat Iran untuk bersatu menggulingkan rezim demi mengamankan masa depan mereka.

Laporan dari lapangan menyebutkan bahwa kepulan asap hitam masih membumbung tinggi di distrik Pasteur, Teheran, lokasi kediaman sang pemimpin.


Foto satelit oleh Airbus Defence menunjukkan kompleks kediaman pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei di distrik Pasteur, Teheran hancur dihujadi rudal-Airbus via New York Post -

Sejumlah saksi mata melaporkan adanya sorak-sorai di jalanan Teheran saat kabar kematian Khamenei pertama kali muncul, terutama setelah otoritas Iran sebelumnya menindak keras protes massa yang menewaskan ribuan orang beberapa pekan lalu.

Selain Khamenei, media Iran melaporkan bahwa putri, menantu, dan cucu perempuannya juga tewas dalam serangan tersebut. Militer Israel menambahkan bahwa penasihat utama Khamenei, Ali Shamkhani, serta komandan kuat Garda Revolusi, Jenderal Mohammad Pakpour, turut menjadi korban tewas.

BACA JUGA:Trump Ajak Rakyat Iran Bangkit Gulingkan Rezim Republik Islam: Ini Mungkin Satu-Satunya Kesempatan!

Merespons kehilangan besar ini, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bersumpah akan memberikan hukuman "berat dan menentukan" bagi para pembunuh Khamenei.

Mereka mengancam akan meluncurkan operasi paling sengit dalam sejarah terhadap Israel dan pangkalan-pangkalan AS di Teluk.

Sementara itu, Iran telah melepaskan serangkaian rudal dan drone ke seluruh Timur Tengah yang menewaskan sedikitnya dua orang di Abu Dhabi dan satu orang di Tel Aviv.

Kategori :