Dampaknya tidak hanya bersifat jangka pendek. Tetapi juga dapat meninggalkan ketidakpercayaan berkepanjangan.
Lebih berbahaya lagi, maraknya deepfake dapat mengikis kepercayaan terhadap bukti visual. Sehingga masyarakat awam tak bisa lagi membedakan mana yang asli dan hoaks.
Jika publik mulai meragukan semua video, termasuk yang asli, maka ruang informasi menjadi penuh kecurigaan. Ketidakpastian itu membuka celah bagi propaganda yang lebih luas.
BACA JUGA:Mengenal Deepfake sebagai Ancaman Digital dan Cara Mengidentifikasinya
BACA JUGA:DeepSeek, Deepfake, dan Deep-insight
Cara Membedakan Video Asli dan Deepfake
Gunakan tools pendeteksi deepfake seperti Deepware Scanner dan Microsoft Video Authenticator untuk memastikan konten benar-benar asli dan tidak dimanipulasi. --Freepik
Untuk mengenali deepfake, perhatikan detail seperti gerakan bibir yang kurang sinkron, kedipan mata tidak natural, atau pencahayaan wajah yang janggal.
Meski teknologi semakin halus, ketidaksesuaian kecil masih sering terlihat. Pastikan sumber video berasal dari kanal resmi atau media kredibel.
Bandingkan dengan pernyataan tertulis atau liputan lain sebelum membagikan ulang. Sikap kritis dan kebiasaan memverifikasi informasi menjadi langkah sederhana. Namun, efektif dalam menghadapi propaganda digital di era 2026.(*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, UINSA.