Pesawat Tempur Amerika Serikat Berjatuhan di Kuwait

Senin 02-03-2026,15:33 WIB
Reporter : Taufiqur Rahman
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY – Kementerian Pertahanan Kuwait melaporkan bahwa sejumlah pesawat tempur Amerika Serikat jatuh di wilayahnya pada Senin pagi, 2 Maret 2026.

Insiden ini terjadi saat perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel di wilayah teluk memasuki hari ketiga. 

Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan sebuah pemandangan pesawat tempur yang jatuh di langit Kota Kuwait. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa pesawat tersebut berjenis F-15 Eagle dan diduga merupakan milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS).

Meski pesawat-pesawat tersebut mengalami kecelakaan, juru bicara kementerian mengonfirmasi bahwa seluruh awak pesawat berhasil selamat dan saat ini berada dalam kondisi stabil.

Otoritas keamanan Kuwait segera meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan sesaat setelah insiden terjadi. Para kru pesawat telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani evaluasi medis serta perawatan lebih lanjut.

BACA JUGA:Sembilan Warga Israel Tewas dan 11 Lainnya Hilang Pasca Serangan Rudal Iran

BACA JUGA:Ledakan Guncang Teheran Minggu Malam, Serangan Udara Hantam Stasiun Televisi dan Rumah Sakit

Pihak militer mencatat bahwa penyebab jatuhnya sejumlah pesawat tempur tersebut masih dalam proses penyelidikan intensif, di tengah situasi wilayah udara yang sangat berbahaya akibat konflik yang terus meluas.

Sementara itu, dampak serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran dilaporkan terus memakan korban jiwa. Di Provinsi Fars, Iran bagian selatan, media lokal Tasnim News Agency melaporkan bahwa sedikitnya 35 orang tewas sejak operasi militer dimulai dua hari lalu.

Ebrahim Bayani, kepala yayasan syuhada setempat, menyatakan bahwa jumlah korban kemungkinan besar akan terus bertambah mengingat serangan udara musuh masih berlangsung hingga Senin pagi.

BACA JUGA:Konflik Iran-AS Memanas, DPR Desak Pemerintah Siapkan Repatriasi Ratusan Ribu PMI

Eskalasi militer ini juga telah melumpuhkan lalu lintas maritim global secara signifikan. Penutupan Selat Hormuz oleh Garda Revolusi Iran serta penghentian navigasi kapal-kapal di sekitar Teluk memicu gangguan besar pada distribusi hidrokarbon dan berbagai sektor ekonomi lainnya.

Terputusnya jalur pelayaran kritis antara Iran dan Oman ini menjadi gejolak paling serius bagi transportasi tanker minyak dunia dalam beberapa dekade terakhir.(*)

Kategori :