Kasus Rasisme Vinicius vs Prestianni Picu Aturan Baru FIFA

Senin 02-03-2026,18:18 WIB
Reporter : Raden Josaphat Bhismantaka
Editor : Salman Muhiddin

Selain sanksi, Infantino membuka kemungkinan pendekatan yang memberi ruang penyesalan. 

Ia menyebut bahwa dalam momen emosi, seseorang bisa melakukan kesalahan dan kemudian meminta maaf, yang mungkin memengaruhi tingkat hukuman. 

Namun, ia tetap menegaskan bahwa sepak bola harus memimpin perubahan sosial dan tidak berlindung di balik alasan bahwa rasisme adalah masalah masyarakat secara umum.

Menanggapi hal ini, International Football Association Board (IFAB) menyatakan akan melakukan konsultasi resmi mengenai kebiasaan menutup mulut yang semakin umum di sepak bola modern. 

Jika disetujui, perubahan aturan berpotensi diberlakukan sebelum Piala Dunia 2026, yang akan menjadi langkah besar dalam pengawasan komunikasi di lapangan.

BACA JUGA:Prestianni Diskors 1 Laga, UEFA Lanjutkan Penyelidikan Rasisme ke Vinicius Jr

BACA JUGA:Benfica vs Real Madrid: Mourinho Sebut Vinicius Jr Pemicu Kekacauan di Lisbon

Mourinho Tekankan Praduga Tak Bersalah


Jose Mourinho peringatkan karier Prestianni di Benfica tamat jika terbukti bersalah dalam skandal Vinicius, namun tetap tekankan asas praduga tak bersalah.-Dean Muahtaropoulos-Getty Images

Di sisi lain, pelatih Benfica, Jose Mourinho, menyoroti pentingnya asas praduga tak bersalah. Ia sempat mendapat kritik karena dianggap menyiratkan bahwa selebrasi Vinícius memicu reaksi penonton, namun kemudian meluruskan posisinya.

Mourinho menegaskan bahwa jika Prestianni terbukti bersalah, konsekuensinya akan sangat berat. 

“Jika pemain itu benar-benar bersalah, saya tidak akan pernah melihatnya seperti sebelumnya, dan bersama saya itu selesai,” ujarnya. Namun ia juga menambahkan bahwa banyak “jika” harus ditempatkan sebelum kesimpulan akhir diambil.

Baginya, proses hukum dan pembuktian tetap penting. Ia menegaskan bahwa hak atas praduga tak bersalah adalah prinsip dasar yang tidak boleh diabaikan, bahkan dalam situasi penuh tekanan seperti ini.

BACA JUGA:Real Madrid Tekuk Benfica di Lisbon, Vinicius Jr Laporkan Dugaan Rasisme

BACA JUGA:Vinicius ke Man City Jika Pep Guardiola Pergi? Negosiasi Madrid Jadi Sorotan

Perdebatan itu memperlihatkan ketegangan antara keinginan bertindak cepat dan tegas melawan rasisme dengan kebutuhan menjaga keadilan prosedural. 

Ke depan, keputusan FIFA dan IFAB bisa membawa perubahan besar dalam cara sepak bola menangani komunikasi di lapangan—terutama ketika isu diskriminasi menjadi pusat perhatian global. (*)

Kategori :