Vinicius Bela Lamine Yamal, Bersatu Lawan Rasisme di Sepak Bola
Vinicius Junior berikan dukungan solidaritas kepada Lamine Yamal untuk bersatu melawan tindakan rasisme dan Islamofobia yang mencuat di sepak bola Spanyol.--Getty Images
HARIAN DISWAY - Bintang Real Madrid, Vinicius Junior, menunjukkan solidaritasnya kepada pemain muda Barcelona, Lamine Yamal, dalam menghadapi isu rasisme yang kembali mencuat di sepak bola Spanyol.
Kedua pemain dari klub rival ini sepakat bahwa permasalahan diskriminasi harus dilawan bersama, melampaui batas rivalitas di lapangan.
Kasus ini bermula dari pertandingan persahabatan antara Spanyol dan Mesir yang diwarnai tindakan tidak pantas dari sebagian suporter.
Dalam laga tersebut, terdengar nyanyian bernuansa Islamofobia yang menyinggung agama, yang kemudian menuai kecaman luas. Meskipun chant tersebut tidak secara langsung ditujukan kepada satu individu, Lamine Yamal merasa perlu bersuara.
Yamal dengan tegas mengecam perilaku tersebut melalui media sosial, menyebut pelakunya sebagai “tidak berpendidikan” dan “rasis” karena menjadikan agama sebagai bahan ejekan. Sikap berani pemain muda ini mendapat banyak dukungan, termasuk dari rivalnya sendiri, Vinicius Junior.
BACA JUGA:Real Madrid Bungkam Atletico 3-2 di La Liga, Arbeloa Puji Vinicius Jr
BACA JUGA:Barcelona Libas Newcastle, Lamine Yamal Lampaui Rekor Mbappe di Liga Champions

SelebrasiLamine Yamal usai buat Barca unggul 3-2 atas Newcastle (Agg 4-3) dalam laga leg kedua 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis 19 Maret 2026--Uefa.com
Vinicius, yang selama ini juga kerap menjadi korban rasisme, menilai langkah Yamal sangat penting dalam memperjuangkan perubahan.
Winger Real Madrid itu menekankan bahwa pemain dengan platform besar memiliki tanggung jawab moral untuk berbicara, terutama untuk membela mereka yang tidak memiliki suara.
“Hal seperti ini sering terjadi, dan kita harus terus melawannya. Penting bagi Lamine [Yamal] untuk berbicara karena dia bisa membantu banyak orang,” ujar Vinicius.
Ia juga menambahkan bahwa meski pemain top memiliki privilese tertentu, banyak korban lain yang lebih rentan dan membutuhkan dukungan.
BACA JUGA:Kasus Rasisme Vinicius vs Prestianni Picu Aturan Baru FIFA
BACA JUGA:Liam Rosenior Bela Vinicius: Perilaku Rasisme Harus Dihukum Seumur Hidup!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: goal.com