HARIAN DISWAY - Alvaro Arbeloa langsung meluapkan kekecewaannya setelah Franco Mastantuono menerima kartu merah dalam kekalahan 0-1 Real Madrid dari Getafe di Santiago Bernabeu pada Selasa, 3 Maret 2026.
Sang gelandang muda diusir wasit pada masa injury time karena diduga melontarkan ucapan yang tidak pantas kepada pengadil lapangan. Bagi Arbeloa, momen tersebut menjadi titik yang sangat merugikan timnya.
Ia menegaskan bahwa tindakan seperti itu tidak boleh terjadi, terutama di fase krusial musim ketika setiap poin sangat berarti dalam persaingan gelar La Liga.
Arbeloa membedakan antara pelanggaran taktis yang berujung kartu kuning dengan pelanggaran disiplin akibat protes.
Menurutnya, kartu kuning masih merupakan bagian dari dinamika pertandingan, tetapi kartu merah karena sikap tidak profesional adalah kesalahan fatal.
BACA JUGA:Rating Pemain Real Madrid yang Dipermalukan Getafe, Depan Tumpul, Belakang Kacau
BACA JUGA:Real Madrid vs Getafe 0-1, Tanpa Mbappe, Los Blancos Memble
Real Madrid kalah 0-1 dari Getafe; Arbeloa kritik kartu merah Mastantuono & tumpulnya lini depan saat tim tertinggal 4 poin dari Barcelona di klasemen La Liga.-Angel Martinez-Getty Images
“Itu tidak bisa diterima. Hal seperti itu tidak boleh terjadi,” ujarnya singkat. Dampaknya cukup besar. Mastantuono dipastikan absen saat Madrid bertandang ke Balaidos menghadapi Celta Vigo. Ia menyusul Alvaro Carreras dan Dean Huijsen yang juga terkena skorsing.
Situasi tersebut semakin mempersempit opsi Arbeloa, mengingat Kylian Mbappe dan Jude Bellingham masih belum tersedia.
Dalam kondisi persaingan yang ketat, kehilangan tiga pemain sekaligus jelas menjadi pukulan tambahan bagi klub yang berjuluk Los Blancos itu.
BACA JUGA:Mbappe Diragukan Tampil Lawan Man City, Real Madrid Siapkan Skenario Alternatif
BACA JUGA:Hasil Undian 16 Besar Liga Champions 2025/2026: Man City vs Real Madrid Kembali Berduel
Tetap Bela Tim, Akui Tanggung Jawab di Pundak Sendiri
Walau hasil akhir mengecewakan dan atmosfer stadion sempat memanas, Arbeloa tidak sepenuhnya menyalahkan para pemainnya.
Ia menilai timnya sebenarnya mampu menciptakan peluang yang lebih berbahaya dibandingkan Getafe, hanya saja penyelesaian akhir kembali menjadi persoalan utama.