Negosiasi Berjalan, Trump Akan Jeda Serangan ke Iran, Netanyahu Bilang Lanjut!

Negosiasi Berjalan, Trump Akan Jeda Serangan ke Iran, Netanyahu Bilang Lanjut!

Trump dan Netanyahu beda statemen soal status serangan ke Iran selama negosiasi berlangsung-Mandel Ngan, Ronen Zvulun/AFP-

HARIAN DISWAY - Presiden Amerika Serikat (AS) dan Perdana Menteri Israel beda sikap soal serangan militer ke Iran saat proses "negosiasi" tengah berlangsung. 

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penghentian sementara serangan militer terhadap infrastruktur energi Iran demi jalur negosiasi yang tengah ditempuh. 

Langkah ini berbanding terbalik dengan pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menegaskan bahwa pasukannya akan terus menggempur Iran tanpa jeda demi menghancurkan program nuklir dan rudal Teheran. 

Sebelumnya, melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Senin, 23 Maret 2026, Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah terlibat dalam pembicaraan yang "sangat baik dan produktif" selama dua hari terakhir.

Trump menyatakan optimisme bahwa dialog ini dapat berujung pada resolusi total atas permusuhan di Timur Tengah.

BACA JUGA:Netanyahu Menelepon Trump Pasca Kabar 'Negosiasi' AS-Iran, Minta Kepentingan Israel Diperhatikan

BACA JUGA:Donald Trump Melunak, Siap Akhiri Perang Iran

Sebagai bentuk itikad baik dalam proses diplomasi yang dijadwalkan berlangsung sepanjang pekan ini, Trump mengambil langkah mengejutkan dengan menunda "ultimatum Selat Hormuz", yang sebelumnya mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali.


Unggahan Donald Trump di Truth Social tentang negosiasi dengan Iran dan jeda serangan militer selama 5 hari-Truth Social -

"Saya telah menginstruksikan Departemen Perang untuk menunda setiap dan semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama periode lima hari," tulis Trump. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini bergantung pada keberhasilan diskusi yang sedang berjalan.

Netanyahu Pilih Jalur Militer

Hanya berselang beberapa jam setelah pengumuman Trump, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu merilis pernyataan video yang menunjukkan sikap kontras. Meski mengakui telah berbicara dengan Trump, Netanyahu menekankan bahwa Israel tetap pada prioritas utamanya: melumpuhkan kekuatan militer Iran secara langsung.

Netanyahu menyatakan bahwa operasi IDF (Pasukan Pertahanan Israel) saat ini sedang berada di puncak keberhasilan dalam menghancurkan program rudal dan nuklir Iran, serta memberikan kerusakan berat pada proksi mereka, Hezbollah.


Iran jawab ancaman Trump. Siap ratakan infrastruktur milik AS di Timur Tengah-Tehran Times-

BACA JUGA:Trump Beri Waktu Iran 48 Jam untuk Buka Selat Hormuz, Ancam Musnahkan Jaringan Listrik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: