Iran Klaim Korban di Pihak AS Tembus 650 Orang Personel Militer

Selasa 03-03-2026,16:55 WIB
Reporter : Taufiqur Rahman
Editor : Taufiqur Rahman

TEHERAN, HARIAN DISWAY – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan bahwa lebih dari 650 personel militer Amerika Serikat tewas atau terluka dalam dua hari pertama operasi "True Promise 4" yang merupakan balasan dari serangan AS-Israel ke Iran pada Sabtu, 28 Februari kemarin. 

Klaim ini disampaikan oleh Juru Bicara IRGC, Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini, pada Selasa, 3 Maret 2026.

Menurut Naeini, serangan yang melibatkan gelombang rudal dan drone tersebut menyasar pangkalan-pangkalan militer serta kapal perang AS di seluruh kawasan. Salah satu dampak signifikan dari operasi ini adalah mundurnya kapal induk USS Abraham Lincoln dari perairan pesisir Iran.

"Dalam dua hari pertama perang, 650 tentara Amerika tewas atau terluka," ujar Jenderal Naeini dikutip dari Tasnim. 

Ia menambahkan bahwa sangat wajar bila Amerika membantah atau menyembunyikan jumlah korban ini. Namun ia menegaskan bahwa intelijen Iran dan laporan medan perang mengonfirmasi angka tersebut.

BACA JUGA:Trump: Perang di Iran Bisa Makan Waktu Lebih dari Sebulan

BACA JUGA:Kematian Ayatollah Ali Khamenei Justru Bikin Legitimasi Rezim Menguat, Iran Masuk Fase Perang Atrisi

Di sisi lain, sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan mobilisasi besar-besaran pasukan AS dari pangkalan-pangkalan di Bahrain dan Iraq. Sejumlah laporan menyebut ada pergerakan meninggalkan markas-markas yang dihajar serangan Iran tersebut. Namun laporan belum terkonfirmasi kebenarannya. 


Drone shaheed Iran menghantam kompleks radar AS di Bahrain-Media Sosial -

Naeini merinci bahwa rudal dan drone Iran berulang kali menghantam markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain. Dalam satu insiden spesifik, ia mengeklaim 160 personel AS menjadi korban ketika pasukan Iran menyerang fasilitas militer utama di negara tersebut.

Selain itu, pihak garda menyebut sebuah "kapal pendukung tempur MST" milik Angkatan Laut AS mengalami kerusakan berat akibat hantaman rudal angkatan laut Iran.

Terkait kapal induk USS Abraham Lincoln, juru bicara IRGC mengungkapkan bahwa pasukan angkatan laut Iran meluncurkan empat rudal jelajah ke arah kapal tersebut saat berada sekitar 250 hingga 300 kilometer di lepas pantai Chabahar, Iran tenggara. Pasca serangan tersebut, Naeini menyebut kapal induk itu "Melarikan diri ke arah tenggara Samudra Hindia."


Asap membumbung dari arah Bandara Erbil di Kurdistan, Iraq, diduga akibat serangan misil Iran -Shvan Harki/AFP-

BACA JUGA:Serangan Iran Meluas ke Bahrain dan Riyadh: Markas AS dan Kompleks Kedutaan Jadi Sasaran

BACA JUGA:Fakta-Fakta Selat Hormuz, Jalur Laut yang Mengendalikan Energi Global

Eskalasi di Yerusalem dan Peringatan ke Eropa

Kategori :