HARIAN DISWAY - Girman berpandangan, "Bisnis bukan keturunan, bukan juga bakat, tapi sebuah tekad." Makanya, komisaris PT Natura Berkah Gemilang itu berpesan, "Selagi muda, mulailah berbisnis."
Memang, tekad bukanlah sesuatu yang terlihat seperti kapital. Tapi, dalam berbisnis, ia adalah fondasi yang tak kalah menentukan: membuat kita tetap berdiri tatkala rencana gagal, pasar berubah, atau modal menipis.
Bakat mungkin memberi keunggulan awal. Tetapi, tanpa keteguhan hati, ia agaknya tak akan terlalu berarti. Sebaliknya, tekad melahirkan disiplin, dan disiplin melahirkan kebiasaan belajar.
Dari kebiasaan belajar inilah, kompetensi akan tumbuh --apalagi jika dipupuk sedari muda. Sebab, masa muda merupakan fase terbaik untuk mencoba, salah, lalu bangkit kembali.
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Kepala SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang Mashudi: Ju Sha Cheng Ta
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Manajer Thursina Awards and Scholarship Moh. Suhaili: Qian Li Zhi Di, Kui Yu Yi Xue
Maka tak heran bila tokoh yang Anda sudah tahu sering mengatakan, "Setiap orang punya jatah gagal. Habiskan jatah gagalmu ketika kamu masih muda." Pasalnya, risiko akibat kegagalan jelas akan terasa lebih ringan lantaran tanggungan belum sebesar saat usia lanjut.
Terlebih, banyak orang bilang, alih-alih sebagai aib, kegagalan di usia muda malah akan menjadi laboratorium pengalaman dan investasi pengetahuan yang tak bisa dibeli dengan apa pun.
Untuk itulah, senyampang masih muda, kita harus "发愤图强" (fā fèn tú qiáng): mengobarkan semangat untuk menjadi manusia unggul. (*)
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Direktur Sekolah Pramugari Angkasa Avia Endri Haryati: Chi Zhi Yi Heng
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Presiden Direktur Advance Digital Teddy Tjan: Hao Shi Duo Qian