Trump Plinplan, Tujuan Serangan ke Iran Tidak Jelas dan Inkonsisten

Rabu 04-03-2026,13:09 WIB
Reporter : Mohamad Nur Khotib
Editor : Mohamad Nur Khotib

HARIAN DISWAY - Arah kebijakan militer Amerika Serikat dalam serangan terhadap Iran memicu kebingungan. 

Presiden Donald Trump dan para sekutunya menyampaikan pernyataan berbeda terkait tujuan serta durasi operasi militer yang dimulai sejak akhir Februari 2026.

Laporan The Wall Street Journal menyebut Washington dalam dua hari terakhir menyampaikan setidaknya dua sasaran berbeda terkait perang tersebut. 

Hal itu pun lantas menimbulkan pertanyaan tentang niat sebenarnya dari operasi militer yang telah menewaskan tiga anggota militer Amerika.

BACA JUGA:Saudi Siap Ambil Semua Langkah Hadapi Eskalasi Perang AS–Israel vs Iran

BACA JUGA:Rusia Peringatkan AS dan Israel, Serangan ke Iran Bisa Jadi Bumerang Nuklir

Pada Minggu, 1 Maret 2026, Senator Lindsey Graham menyatakan bahwa fokus utama serangan adalah mengurangi ancaman nuklir dan rudal Iran, bukan mengganti rezim yang berkuasa.

Pernyataan tersebut sempat dipertegas oleh Gedung Putih. Namun dalam wawancara dengan The Atlantic, Trump menyatakan dirinya terbuka untuk berdialog dengan kepemimpinan Iran saat ini guna mengakhiri konflik.

Beberapa jam kemudian, Trump kembali ke narasi berbeda. Dalam sebuah video, ia mendesak rakyat Iran untuk mengambil alih negara dari rezim yang berkuasa dan berjanji Amerika Serikat akan membantu.

BACA JUGA:Trump: Perang di Iran Bisa Makan Waktu Lebih dari Sebulan

BACA JUGA:Iran Klaim Korban di Pihak AS Tembus 650 Orang Personel Militer

Durasi Operasi Juga Berubah

Ketidakkonsistenan juga terlihat pada perkiraan lamanya operasi militer.

Melalui media sosial pada Sabtu, Trump menyebut serangan dapat berlangsung sekitar satu minggu atau lebih. 

Namun sehari kemudian, ia mengatakan kepada Daily Mail bahwa pertempuran tersebut bisa berlangsung hingga empat pekan.

Sejumlah analis menilai simpang siur pernyataan tersebut menunjukkan kebijakan Gedung Putih masih berubah-ubah.

Kategori :