HARIAN DISWAY - Pelatih Brighton & Hove Albion, Fabian Hurzeler, melontarkan kritik tajam terhadap taktik Arsenal setelah timnya kalah tipis 0-1 dalam lanjutan pekan ke-30 Premier League 2025/2026.
Ia bahkan meminta pihak Premier League membuat aturan yang lebih jelas untuk mengatasi praktik membuang waktu dalam pertandingan.
Pertandingan yang berlangsung di American Express Stadium pada Kamis, 5 Maret 2026 dini hari WIB itu dimenangkan Arsenal berkat gol cepat Bukayo Saka pada menit ke-9. Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam laga yang berlangsung cukup panas di pinggir lapangan.
Sepanjang pertandingan, Brighton sebenarnya tampil cukup dominan dalam penguasaan bola dan jumlah peluang. Namun, mereka kesulitan menembus pertahanan Arsenal yang bermain disiplin hingga peluit akhir dibunyikan.
BACA JUGA:Rating Pemain Arsenal yang Kalahkan Brighton 1-0, Untung Lini Belakang Kukuh!
BACA JUGA:Brighton vs Arsenal 0-1: Bukayo Saka Bikin Jarak dengan City Jadi 7 Poin
Aksi Gabriel Magalhaes dalam laga Brighton vs Arsenal, lanjutan Premier League 2025/2026 matchday ke-29, Kamis 5 Maret 2026--Getty Images
Situasi di lapangan sempat memanas ketika Hurzeler dan pelatih Arsenal, Mikel Arteta, terlihat saling beradu argumen di sisi lapangan.
Hurzeler merasa frustrasi dengan sejumlah momen yang menurutnya sengaja digunakan Arsenal untuk memperlambat tempo pertandingan.
Pelatih berusia 33 tahun itu menilai Arsenal melakukan berbagai cara untuk mengulur waktu demi mempertahankan keunggulan mereka.
“Ada berbagai cara untuk meraih kemenangan. Jika mereka (Arsenal) memenangkan Premier League, tidak ada yang akan bertanya bagaimana cara mereka menang,” ujar Hurzeler dikutip dari ESPN.
BACA JUGA:Arsenal Bidik Quadruple: Peluang Juara Premier League, Carabao Cup, FA Cup dan Liga Champions
BACA JUGA:Arsenal vs Chelsea 2-1, Jurrien Timber Ajak Fans Nikmati Momentum
“Anda bisa merasakan bahwa mereka melakukan segalanya untuk memenangkan pertandingan ini. Tapi pada akhirnya ini soal aturan. Jika Premier League atau wasit membiarkan semuanya terjadi, maka itu menjadi sulit,” tambahnya.
Menurut Hurzeler, praktik membuang waktu seperti yang terjadi dalam pertandingan tersebut seharusnya memiliki batasan yang jelas agar tidak merugikan jalannya permainan.