86 Persen Kendaraan Sudah Kembali ke Jabotabek, Arus Balik Trans Jawa Mulai Melandai

86 Persen Kendaraan Sudah Kembali ke Jabotabek, Arus Balik Trans Jawa Mulai Melandai

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyebut kondisi lalu lintas kini relatif terkendali-Kemenhub-

HARIAN DISWAYArus balik Lebaran 2026 di ruas Tol Trans Jawa mulai mengalami penurunan. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat pergerakan kendaraan menuju Jakarta telah mencapai sekitar 86 persen dari total proyeksi.

Hingga Minggu, 29 maret 2026 malam, sekitar 2,9 juta kendaraan dilaporkan sudah kembali ke Ibu Kota.

Angka tersebut menandakan mayoritas pemudik telah menyelesaikan perjalanan balik, sehingga tekanan lalu lintas di sejumlah ruas utama mulai berkurang.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono menyebut kondisi lalu lintas kini relatif terkendali.

Hal itu terlihat dari indikator volume per kapasitas (VC ratio) di beberapa ruas utama Trans Jawa yang berada pada level aman.

Beberapa titik yang terpantau stabil antara lain Tol Batang–Semarang dengan rasio 0,3, Tol Palikanci 0,28, Tol Cipali 0,22, serta Tol Jakarta–Cikampek 0,36. 

“Berdasarkan parameter tersebut, arus lalu lintas arus balik terpantau telah melandai sejak KM 414 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung hingga KM 70 Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta,” ujar Rivan kepada media. 

BACA JUGA: Arus Balik di Tol Jakarta–Cikampek Mulai Terkendali, Rekayasa Contraflow Dihentikan,

BACA JUGA:Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran, 900 Pemudik Kembali ke Jakarta

Di sisi lain, Korlantas Polri masih sempat menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk menjaga kelancaran arus kendaraan. Skema contraflow dan one way lokal diberlakukan secara situasional berdasarkan evaluasi kondisi di lapangan.

“Selanjutnya, kami terus memantau berdasarkan evaluasi serta VC Ratio, saat ini kondisi arus lalu lintas terkendali. Untuk itu, kami telah melakukan sterilisasi dan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pemberlakuan one way akan resmi ditutup pada dini hari ini, Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB, sesuai keputusan bersama,” kata Kakorlantas dalam keterangan resminya.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa penghentian rekayasa tersebut menandai berakhirnya fase krusial arus balik. Meski demikian, pengguna jalan tetap diminta berhati-hati karena perjalanan masih berlangsung di sejumlah ruas.

Keberhasilan pengelolaan arus mudik dan balik tahun ini tidak lepas dari koordinasi berbagai pihak. Jasa Marga bersama Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri dinilai mampu mengendalikan lonjakan kendaraan melalui pengaturan lalu lintas yang adaptif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: