Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.280 per Dolar AS, Tekanan Global Masih Membayangi

Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.280 per Dolar AS, Tekanan Global Masih Membayangi

Merosotnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memicu sentimen negatif pasar. --pinterest

HARIAN DISWAY - Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat, 24 April 2026.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di kisaran Rp17.280 per dolar AS atau naik sekitar 3–5 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp17.286 per dolar AS.

Penguatan itu terjadi setelah sehari sebelumnya rupiah sempat tertekan dan bahkan menyentuh level Rp17.300 per dolar AS dalam perdagangan intraday. Meski demikian, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan fluktuatif sepanjang hari.

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang terpantau bervariasi. Yen Jepang dan won Korea melemah, sementara dolar Singapura, dolar Taiwan, dan baht Thailand mencatat penguatan tipis. 

Sementara itu, mata uang lain seperti peso Filipina, rupee India, yuan China, dan ringgit Malaysia cenderung melemah terhadap dolar AS.

BACA JUGA:Nilai Tukar Rupiah Masih Melemah, Tembus Rp 17.030 per Dolar AS

BACA JUGA:Update Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu, 8 April 2026

Pergerakan serupa juga terlihat pada mata uang Eropa. Euro dan franc Swiss cenderung stagnan, pound sterling melemah tipis, sedangkan krona Swedia dan krona Denmark menguat terhadap dolar AS.

Di sisi global, dolar AS masih berada dalam tren penguatan mingguan di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Situasi ini dipicu oleh berhentinya negosiasi antara AS dan Iran yang membuat pasar kembali mencari aset aman.

Mengutip Beritasatu.com, analis senior Mitsubishi UFJ Bank Akihiko Yokoo menilai kondisi tersebut turut menopang penguatan dolar AS. 

“Di tengah laporan bahwa pembicaraan antara AS dan Iran tidak menunjukkan kemajuan, harga minyak mentah tetap stabil, berkontribusi pada lingkungan dolar AS yang lebih kuat,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi melihat tekanan terhadap rupiah masih cukup besar, baik dari faktor global maupun domestik. Ia menilai pelemahan rupiah bahkan berpotensi berlanjut dalam waktu dekat. 

BACA JUGA:Rupiah Tembus Rp16.902 per Dolar AS Hari Ini, Mata Uang Asia Kompak Melemah Imbas Lonjakan Harga Minyak

BACA JUGA:Rupiah Tembus Rp17 Ribu Per Dolar di Tengah Perang Iran–AS, Harga BBM Terancam Naik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: beritasatu.com