Nilai Tukar Rupiah Masih Melemah, Tembus Rp 17.030 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Masih Melemah, Tembus Rp 17.030 per Dolar AS

Menyusul kabar pelemahan nilai tukar Rupiah, yang sebelumnya kembali anjlok hingga menyentuh angka Rp 17.105, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut menyoroti dampak pelemahan tersebut kepada sektor industri asuransi.--pinterest

HARIAN DISWAY - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Kamis 9 April 2026. Mata uang Garuda tercatat turun 18 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp 17.030 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 17.012 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah dinilai berasal dari faktor eksternal yang kembali meningkat. Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, melihat pelemahan ini dipicu memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.

Rully memperkirakan pergerakan rupiah hari ini masih berada dalam tren melemah. 

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp 17.020 - Rp17.080 dipengaruhi oleh meningkatnya kembali tekanan eksternal, setelah klaim Iran terhadap pelanggaran kesepakatan gencatan senjata terkait serangan Israel ke Lebanon, sehingga memicu harga minyak naik,” ujarnya dikutip dari Antara, Kamis 9 April 2026.

Sebelumnya, Amerika Serikat dilaporkan telah menerima proposal berisi 10 poin sebagai dasar negosiasi untuk mengakhiri konflik. Salah satu poin utama mencakup penghentian permusuhan di berbagai wilayah, termasuk Lebanon.

BACA JUGA:Update Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu, 8 April 2026

BACA JUGA:Rupiah Tembus Rp16.902 per Dolar AS Hari Ini, Mata Uang Asia Kompak Melemah Imbas Lonjakan Harga Minyak

Namun, situasi di lapangan justru kembali memanas. Israel melancarkan serangan udara besar-besaran di kawasan Dahiyeh, selatan Beirut. Lebih dari 100 titik menjadi sasaran dalam waktu singkat. Mencakup Beirut, Lembah Beqaa, hingga wilayah selatan Lebanon, dengan laporan korban mencapai ratusan orang.

Ketegangan tersebut memicu kekhawatiran di pasar global dan memberi tekanan langsung terhadap pergerakan mata uang, termasuk rupiah.

Ketidakpastian semakin bertambah setelah muncul pernyataan dari pejabat tinggi AS. Wakil Presiden AS, JD Vance, menegaskan bahwa penghentian konflik di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran. Ia bahkan menyebut isu tersebut sebagai “kesalahpahaman”.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan konflik di Lebanon merupakan bentrokan terpisah yang melibatkan kelompok Hizbullah, sehingga tidak masuk dalam cakupan kesepakatan utama.

BACA JUGA:Rupiah Tembus Rp17 Ribu Per Dolar di Tengah Perang Iran–AS, Harga BBM Terancam Naik

BACA JUGA:Kurs Rupiah Hari Ini 7 Maret 2026, Dolar AS Tembus Rp16.900–Rp17.400

Dari sisi domestik, sentimen ekonomi juga belum mampu memberikan dorongan berarti bagi rupiah. Cadangan devisa Indonesia tercatat turun 3,7 miliar dolar AS menjadi 148,2 miliar dolar AS pada akhir Maret 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: liputan6.com