Konferensi Internasional COMSATS di ITS Soroti Riset Pengembangan Sains dan Teknologi

Konferensi Internasional COMSATS di ITS Soroti Riset Pengembangan Sains dan Teknologi

Direktur Eksekutif COMSATS Dr Mohammad Nafees Zakaria bersama Dirjen Risbang Kemdiktisaintek RI Dr Muhammad Fauzan Aziman dan Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD saat berbincang di sela gelaran COMSATS-ITS Conference. --Dokumentasi ITS

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menjadi tuan rumah konferensi internasional Commission on Science and Technology for Sustainable Development in the South (COMSATS). Forum berlangsung pada 8-10 Juni 2026. 

Delegasi dari 27 negara hadir dalam pertemuan bertajuk Emerging Technologies for Sustainable Development tersebut. Tujuan mereka adalah memperkuat kerja sama Global South di bidang sains, teknologi, dan inovasi.

Konsul Jenderal Tiongkok untuk Surabaya Ye Su adir hadir dalam pembukaan Senin, 8 Juni 2026. Ia berdampingan dengan Rektor ITS Bambang Pramujati, Executive Director COMSATS Mohammad Nafees Zakaria, serta Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS Agus Muhamad Hatta.

"Karena COMSATS berkaitan dengan sains dan teknologi, maka pertemuan ini akan membahas perkembangan program-program tersebut di dalamnya," ujar Bambang.

BACA JUGA:Maestro Tata Kota Prof Ir Johan Silas Akan Disemayamkan di Plasa ITS, Wariskan Pembangunan yang Memanusiakan

BACA JUGA:Perkembangan Transportasi Umum Kota Surabaya Stagnan, Pakar ITS: Masih Berorientasi Inward Looking Sistem


BAMBANG PRAMUJATI, rektor ITS, menyampaikan sambutannya dalam pembukaan COMSATS-ITS Conference di Auditorium Research Center ITS pada Senin, 8 Juni 2026. --Dokumentasi ITS

Selain kerja sama di bidang riset, ada juga beasiswa pendidikan yang disediakan oleh COMSATS. Seluruh negara anggota punya peluang yang sama untuk memanfaatkan fasilitas beasiswa tersebut. 

"Kami meninjau kinerja kami sejak pertemuan terakhir, serta menjembatani kesenjangan teknologi dan pengetahuan antara negara maju dengan negara berkembang," Nafees.

Ye Su yang baru pertama kali menghadiri COMSATS berharap kerja sama semacam itu bisa menguntungkan masing-masing pihak. Terutama dalam pengembangan bakat dan memajukan pendidikan.

"Sebagai Konsulat Jenderal, kami juga berkomitmen untuk terus mendorong sebisa mungkin memberikan beasiswa belajar ke Tiongkok dan melakukan berbagai kolaborasi pendidikan," katanya.

BACA JUGA:Mobil Hemat Energi Nogogeni ITS Curi Perhatian di IIMS Surabaya 2026

BACA JUGA:Peneliti ITS Ciptakan Alat Pendeteksi Minyak Babi, Cukup Sekali Tetes!

Dr. Muhammad Fauzan Aziman, dirjen Risbang Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, berpesan kepada para akademisi ilmu eksakta agar lebih peka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: