Peneliti ITS Ciptakan Alat Pendeteksi Minyak Babi, Cukup Sekali Tetes!
Peneliti ITS Surabaya mengembangkan alat pendeteksi minyak babi berbentuk strip yang praktis dan ekonomis.-Dok. ITS-
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Kekhawatiran soal kandungan halal dalam makanan masih menjadi perhatian banyak masyarakat, terutama bagi umat Muslim saat bepergian ke luar negeri atau membeli produk yang bahan bakunya belum diketahui secara jelas.
Menjawab persoalan tersebut, tim peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengembangkan inovasi alat pendeteksi kandungan minyak babi berbentuk strip yang praktis dan ekonomis.
BACA JUGA:Vaksin Hantavirus Andes Hampir Siap, Penelitian Terhenti karena Kekurangan Dana
Teknologi tersebut dikembangkan tim peneliti yang dipimpin Ruri Agung Wahyuono bersama peneliti dari Pusat Studi Halal ITS, termasuk Agus Muhamad Hatta.
Inovasi ini dirancang untuk mempermudah masyarakat melakukan pengecekan kandungan minyak babi tanpa perlu pemeriksaan laboratorium yang rumit.
Tak Perlu PCR, Deteksi Halal Cukup Lewat Perubahan Warna
Selama ini, pengecekan kandungan bahan tertentu pada makanan umumnya membutuhkan metode yang lebih kompleks seperti Polymerase Chain Reaction (PCR) atau teknologi elektrokimia.
Namun tim ITS menghadirkan pendekatan yang lebih sederhana. Bentuk alat tersebut dibuat menyerupai strip pengecek pH yang biasa digunakan pada air.
BACA JUGA:Penelitian Otak Serangga di Sheffield Buka Jalan Revolusi Teknologi AI
BACA JUGA:Anggaran Riset Naik 218 Persen di Era Prabowo, Peneliti Dapat Insentif Langsung
Ruri menjelaskan sistem kerjanya menggunakan prinsip perubahan warna berbasis material nano.
“Jadi akan terjadi perubahan warna dari reagen akibat bereaksi secara kimia dengan kandungan minyak yang ditarget,” papar Ruri.
Dalam proses penelitian, tim melakukan berbagai eksperimen untuk menemukan formulasi reagen yang sensitif terhadap kandungan minyak babi dalam makanan.
Teknologi yang digunakan memanfaatkan deteksi berbasis optik atau sinyal perubahan warna (colorimetric detection), sehingga hasil dapat diketahui secara langsung tanpa alat tambahan yang rumit.
Ditargetkan Bisa Deteksi Pemicu Alergi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: