Konferensi Internasional COMSATS di ITS Soroti Riset Pengembangan Sains dan Teknologi

Konferensi Internasional COMSATS di ITS Soroti Riset Pengembangan Sains dan Teknologi

Direktur Eksekutif COMSATS Dr Mohammad Nafees Zakaria bersama Dirjen Risbang Kemdiktisaintek RI Dr Muhammad Fauzan Aziman dan Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD saat berbincang di sela gelaran COMSATS-ITS Conference. --Dokumentasi ITS

Pada hari terakhir konferensi Rabu, 10 Juni 2026, ia menegaskan bahwa fokus penelitian saat ini harus berorientasi penyelesaian berbagai masalah riil yang dihadapi oleh masyarakat.

Menurutnya, agar hasil riset dapat memberikan dampak nyata, landasan masalahnya harus jelas dan tidak lagi sekadar berangkat dari topik umum. "Penelitian harus didasarkan pada masalah atau tantangan," ujarnya. 

Fauzan menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen memperkuat ekosistem riset nasional lewat program-program penelitian strategis dan prioritas. Inisiatif itu dirancang untuk menyamaratakan kemampuan riset di berbagai wilayah.

BACA JUGA:Prestasi ITS di SEM Asia Pacific and Middle East 2026 (3-habis): Jeda 6 Tahun, Nogogeni Taklukkan Lusail

BACA JUGA:ITS Pasok SDM Unggul ke Daerah 3 T Lewat Program Beasiswa Patriot

Program-program itu sekaligus memicu lahirnya studi berkualitas tinggi yang relevan dengan kebutuhan dunia industri serta masyarakat.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi multipihak karena universitas tidak dapat lagi mengisolasi diri dalam pengembangan ekosistem riset. 

Sinergi antara akademisi, birokrat, sektor industri, pemilik modal, dan masyarakat menjadi kunci utama agar hasil penelitian mampu bertransformasi menjadi produk inovasi yang fungsional.

Topik penelitian yang diangkat dalam konferensi tersebut sangat beragam, mulai dari kecerdasan buatan, big data, transformasi digital, energi terbarukan, teknologi ramah lingkungan, hingga upaya mitigasi perubahan iklim. 

BACA JUGA:Hari terakhir Rupafest V ITS: Asyiknya Menuangkan Ide Kreatif di Atas Kaca

BACA JUGA:Aplikasi Caregiver-Assitant Karya Mahasiswa ITS Bantu Perawatan Lansia, Pernah Raih Juara 1 GEMASTIK 2025

COMSATS juga mendiskusikan sektor krusial lainnya seperti material maju, nanoteknologi, bioteknologi, teknologi medis, ketahanan pangan, serta perumusan kebijakan di bidang sains dan inovasi.

Konferensi dilengkapi dengan sejumlah sesi khusus. Antara lain, mendalami berbagai topik spesifik, seperti pemodelan sistem bumi menggunakan kecerdasan buatan (AI), konversi limbah lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, teknologi mitigasi bencana, serta inovasi material maju besutan ITS. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: