Hari terakhir Rupafest V ITS: Asyiknya Menuangkan Ide Kreatif di Atas Kaca
ITS Surabaya Gelar Workshop Art Glass Painting, Para peserta Diajak Tuangkan Ide di Media Kaca-Saffanah Indah Fitrizahrani-Harian Disway
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Masih dalam rangkaian RupaFest V, Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggelar workshop art glass painting. Lokakarya berlangsung pada Jumat, 13 Februari 2026, atau pada hari terakhir RupaFest V.
Crafted by Hands, Not Prompts: The Arts of Glass Painting dipilih sebagai tema. Kegiatan yang berlangsung di Gedung DKV ITS itu menghadirkan Linda Lee sebagai narasumber.
Berkreasi di atas kaca menjadi pengalaman pertama banyak pengunjung. Salah satunya, Ai Iswarama yang berasal dari Bali. Meski belum pernah mencoba sebelumnya, dia sangat percaya diri.
“Yang paling berkesan itu waktu menggambarnya di atas kaca. Ternyata, rasanya ya mengalir saja, seru,” ujarnya kepada Harian Disway.
BACA JUGA:Politeknik Ubaya Gelar Workshop Beauty dan Beragam Kuliner Jawa Timur, Usung Tema Colour of The Soul
BACA JUGA:Menyulamkan Suara Perempuan Lewat Workshop Sashiko
Kendati demikian, Ai sempat mengalami kendala saat cat yang keluar justru berupa minyak bening. Karena kesalahan teknis itu, dia terpaksa mengulang proses pewarnaan.
Namun, tantangan tersebut justru membuat pengalaman Ai dalam berkarya, terasa lebih bermakna.

LOKAKARYA art glass painting menjembatani kebutuhan peserta untuk menghasilkan karya yang personal. -Najwa Rana Iswari-Harian Disway
Ia menggambar Barong Bali dalam karya perdananya. "Karena aku dari Bali, jadi pengin bikin art glass yang khas. Barong itu simbol kebaikan, melawan Rangda yang jahat. Di Bali, Barong itu membawa energi positif," jelasnya.
Dari workshop tersebut, ia mengaku mendapat banyak insight baru. Bukan hanya soal teknik melukis di kaca, tapi juga tentang cara pandang terhadap seni.
BACA JUGA:Telkomsel–HIPMI Surabaya Gelar Workshop UMKM, Optimalisasi Promosi Digital Lewat MyAds
"Awalnya aku pikir seni itu cuma di kertas atau digital. Ternyata bisa juga diterapkan di gelas," ujar Ai antusias.
Sementara itu, pemateri workshop Linda Lee menjelaskan bahwa konsep glass painting untuk lokakarya Jumat siang itu awalnya dia rancang agak kompleks.
Namun, karena pesertanya mayoritas mahasiswa, tekniknya disederhanakan agar lebih mudah diikuti. Peserta pun diberi kebebasan penuh untuk berkarya, boleh menggunakan template, boleh juga mengekspresikan ide sendiri.
"Yang penting, ide para peserta bisa dituangkan ke karya art glass ini," ujarnya.
BACA JUGA:Perkuat Transparansi dan Efisiensi Keuangan Daerah, BPKAD Jatim Gelar Workshop SIPD RI
BACA JUGA:Workshop Teh Elixir Dilmah Surabaya dan Cara Membuat Teh Koktail ala Mixologist Profesional
Menurut Linda, proses berkreasi di atas gelas itu bukanlah latihan seni visual belaka, tapi juga bentuk art therapy. Pesertanya bukan hanya dari jurusan DKV, melainkan juga psikologi, arsitektur, dan bisnis.
Para peserta diajak menuangkan isi pikiran lewat warna dan garis. Kendati terdengar mudah, praktiknya tidak sesederhana yang dibayangkan.

TUANGKAN IDE pada media kaca, Workshop Art Glass Painting di ITS disukai pengunjung. -Najwa Rana Iswari-Harian Disway
Melukis di kaca memang punya tantangan tersendiri karena permukaannya yang melengkung dan licin. Namun, panitia lokakarya menyediakan pakar untuk membimbing peserta dalam berkreasi.
Sebelum mewarnai kreasi yang mereka ciptakan di atas kaca, para peserta diajari teknik dasar. Misalnya, membuat garis pembatas atau lining terlebih dahulu sebelum mengisi warna, agar hasilnya lebih rapi.
BACA JUGA:Workshop Psikologi UKWMS Hadirkan Profesor Italia, Bahas Strategi Cegah Pedofilia!
"Kadang kita berhenti karena merasa hasilnya jelek. Padahal kalau diteruskan dan diwarnai, bisa jadi bagus. Ini seperti filosofi hidup, jangan menyerah di tengah proses,” ujar Linda kepada Harian Disway.
Dia juga melihat potensi glass painting sebagai bagian dari gaya hidup modern. Kini, produknya menghiasi dekorasi rumah hingga koleksi seni personal.
Bahkan, beberapa peserta langsung terinspirasi untuk mencoba menghias jendela kamar mereka sendiri dengan teknik yang mereka pelajari Jumat itu.
Rangkaian lokakarya tersebut menjadi wujud keseriusan RupaFest V dalam menghadirkan ruang belajar kreatif untuk berbagai kalangan. Baik mahasiswa maupun masyarakat umum yang punya ketertarikan tinggi pada seni. (*)
BACA JUGA:Menangkap Keindahan Kota dari Ketinggian: Workshop Cityscape Fotografi Bersama Widya Indah
*) Peserta Magang Kemnaker RI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: