Bahlil Imbau Masyarakat Tak Perlu Panic Buying BBM: Suplai Masih Lancar

Bahlil Imbau Masyarakat Tak Perlu Panic Buying BBM: Suplai Masih Lancar

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tegaskan stok BBM 20 hari adalah kapasitas maksimal tangki penyimpanan, bukan kondisi darurat. Pemerintah kini percepat pembangunan fasilitas cadangan tiga bulan.--Instagram

HARIAN DISWAY - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengimbau agar  masyarakat  tidak terlalu panik terkait dengan kondisi pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional.

Hal ini menindaklanjuti pernyataannya sebelumnya terkait dengan stok BBM nasional yang hanya tersisa 20 hari sebagai imbas dari ditutupnya Selat Hormuz di tengah gejolak konflik Timur Tengah.

Ia menyampaikan bahwa kapasitas penampungan minyak Indonesia sejak lama hanya mampu menampung persediaan sekitar 25 hari. Sementara itu, standar minimal ketersediaan nasional berada di atas 20 hari.

“Sekarang minyak kita 23 hari, itu artinya bahwa minyak kita itu aman. Jadi nggak perlu ada panik, nggak perlu, suplai lancar,” ujar Bahlil.

BACA JUGA:Pertamina Lakukan Penebalan Cadangan BBM Nasional, Pantau Stok Lewat Digital Hub

BACA JUGA:Isu Kelangkaan BBM Akibat Konflik Timur Tengah Bikin Resah, SPBU di Aceh Diserbu Warga

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah tidak terlalu besar.

Porsi impor minyal mentah (crude oil) dari kawasan tersebut hanya sekitar 20–25 persen dari total kebutuhan nasional.

“Kita itu ambil dari Middle East minyak mentahnya bukan minyak jadi, crudenya, bahan bakunya itu 20-25%,” terang Bahlil.

Meski demikian, pemerintah bersama Pertamina telah menyiapkan langkah antisipasi dengan mencari sumber pasokan alternatif jika terjadi gangguan akibat konflik di kawasan tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa sebagian impor minyak mentah kini dialihkan dari Timur Tengah ke beberapa negara lain.

“Kami dengan Pertamina sudah switch dari Middle East, kita ambil di Amerika, kemudian dari Nigeria, dan dari Brazil,” jelas Bahlil.

BACA JUGA:Cadangan BBM Hanya Sampai 23 Hari, Prabowo Perintahkan Segera Bangun Storage

BACA JUGA:Pasokan Minyak dari Timteng Terhenti, Indonesia Punya Cadangan BBM Selama 1-2 Bulan ke Depan

Ia juga menambahkan bahwa untuk kebutuhan bahan bakar jenis solar, Indonesia saat ini telah mampu memenuhinya melalui produksi dalam negeri sehingga tidak lagi bergantung pada impor.

Sementara itu, untuk kebutuhan bensin, Indonesia memang masih melakukan impor. Namun, ia menegaskan impor tersebut tidak berasal dari kawasan Timur Tengah maupun negara-negara di Amerika dan Afrika, melainkan dari negara tetangga di Asia Tenggara.

“Impor bensin kita itu dari Singapura sama Malaysia. Dan sebagian kita bangun industri kilang kita dalam negeri,” ucap Bahlil.

Insyaallah sekalipun terjadi peperangan di Timur Tengah, kondisi kita aman,” pungkasnya.(*)

*) Peserta Magang dari Universitas Negeri Surabaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: