Percepat Zero ODOL 2027, Pemprov Jatim Beri Bantuan Pemotongan Kendaraan Kepada Pada Sopir

Jumat 06-03-2026,22:13 WIB
Reporter : Edi Susilo
Editor : Noor Arief Prasetyo

SURABAYA, HARIAN DISWAY- Langkah Pemprov Jatim untuk tuntaskan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) 2027 terus dikebut, Jumat, 6 Maret 2026.

Salah satunya dengan memfasilitasi kendaraan yang tercatat sebagai ODOL dinormalisasi dimensinya.”Tahun ini sudah ada enam kendaraan yang kita standarkan dimensinya agar sesuai aturan aturan. Rencana tahun ini Pemprov memfasilitasi 10 kendaraan,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim Nyono dalam acara penyerahan bantuan pemotongan kendaraan di Kantor Dishub Jatim. 

Bantuan pemotongan kendaraan itu diberikan kepada anggota sopir yang tergabung dalam organisasi Gabungan Sopir Jawa Timur (GSJT). Tujuannya agar Jatim zero ODOL di 2027 segera terealisasi. 

Langkah itu dilakukan untuk membantu para sopir. Yang tak mempunyai anggaran dalam pemotongan kendaraan. ”Khususnya bagi mereka yang menjadi pemilik kendaraan sekaligus menjadi sopirnya,” katanya. 

BACA JUGA:Jatim Komitmen Zero ODOL 2027, Khofifah Diganjar Penghargaan dari Kemenhub

BACA JUGA:Kemenhub Bangun Sistem Elektronik Untuk Cegah Pungli Pada Kendaraan ODOL

Sementara untuk pengusaha-pengusaha diminta segera menormalkan kendaraan miliknya. Agar sesuai standar dan ketentuan dimensinya. ”Karena kalau pengusaha, mereka punya fiskal yang kuat. Untuk itu, kami prioritaskan yang masyarakat kecil dulu. Pada sopir,” paparnya. 

Di Jatim, data dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) sudah ada 238 kendaraan yang diajukan untuk dilakukan pengukuran. Dari jumlah tersebut sebanyak 160 unit sudah diukur. Mereka yang telah diukur inilah nantinya diminta untuk segera melakukan pemotongan dan mengubah kapasitas muatannya agar sesuai standar. 

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Jatim Ainur Rofiq mengatakan, pemotongan kendaraan memang membutuhkan anggaran tak kecil. Satu kendaraan untuk pemotongan membutuhkan biaya sekitar Rp 35 juta. Dan bisa memakan lebih tinggi lagi, jika dimensi yang harus dipotong dalam satu kendaraan banyak bagiannya. ”Misalnya tinggi dan lebar kendaraan ternyata tak sesuai maka harus dipotong semua sisinya,” katanya. 

Langkah percepatan standarisasi dimensi ini penting ditempuh Pemprov Jatim. Sebab, banyaknya ODOL juga berpotensi pada umur jalan di Jatim. Yang akan gampang rusak jika terus dilalui kendaraan kelebihan beban. ”Selain risiko jalan gampang rusak. Ya, tentu faktor keselamatan jalan,” katanya. (*)

 

 

 

Kategori :