HARIAN DISWAY - Menjelang Lebaran 2026, pengeluaran masyarakat biasanya meningkat cukup signifikan.
Mulai dari belanja kebutuhan Ramadan, pakaian Lebaran, hingga biaya mudik. Itu semua membuat banyak orang tergoda menggunakan layanan paylater atau utang konsumtif.
Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi itu bisa membuat keuangan boncos setelah Hari Raya. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengatur gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) secara bijak.
Perencanaan keuangan yang tepat akan membantu menjaga kondisi finansial tetap stabil. bahkan setelah momen Lebaran berakhir.
BACA JUGA:Zakat Gaji, Menjaga Tradisi, Menjawab Tantangan Zaman
BACA JUGA:Tip Mengatur Gaji 5 Juta untuk Investasi dan Belanja Kebutuhan Ramadan 2026
Berikut beberapa cara cerdas yang dapat dilakukan agar tidak terjebak dalam pengeluaran berlebihan menjelang Lebaran.
Dengan memisahkan uang gaji dan THR bisa menjaga keuangan tetap aman saat setelah lebaran.--kaboompics - pexels
Pisahkan Gaji Bulanan dan THR
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memisahkan gaji bulanan dengan THR. Kedua sumber pendapatan itu sebaiknya memiliki fungsi yang berbeda dalam pengelolaan keuangan.
Gaji bulanan sebaiknya digunakan untuk kebutuhan rutin. Seperti makan, transportasi, dan tagihan rumah tangga. Dengan begitu, kebutuhan dasar tetap terpenuhi. Tanpa harus mengandalkan dana tambahan.
Sementara itu, THR dapat dialokasikan khusus untuk kebutuhan Lebaran. Seperti belanja pakaian, makanan khas hari raya, atau biaya perjalanan mudik.
BACA JUGA:Cara Mengatur Keuangan Bulanan untuk Gaji di Bawah 5 Juta
BACA JUGA:Imlek 2026 Bawa Energi Baru, Begini Prediksi Keuangan di Tahun Kuda Api
Susun Anggaran Ramadan dan Lebaran
Membuat anggaran khusus untuk Ramadan dan Lebaran menjadi langkah penting. Supaya pengeluaran tetap terkendali.
Tanpa perencanaan yang jelas, seseorang lebih mudah menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak terlalu penting.