Balendra Shah, Eks Rapper yang Jadi Kandidat Kuat PM Nepal: Tetap Nge-rap saat Menjabat

Senin 09-03-2026,14:47 WIB
Reporter : Doan Widhiandono
Editor : Noor Arief Prasetyo

Nepal kembali mencatatkan sejarah anyar. Setelah Gen-Z menggerakkan demo politik yang mengguncang tatanan politik tahun lalu, kini generasi muda kembali menang. Rakyat memunculkan nama Balendra Shah, mantan rapper yang masih berusia 35 tahun, sebagai kandidat perdana menteri (PM).

DI kawasan pedesaan Nepal, wilayah yang selama ini dikenal sebagai basis konstituen KP Sharma Oli, PM petahana, kemenangan Balendra Shah terasa lebih dari sekadar hasil pemilu. Itu menjadi pengubah sejarah.

Ya, itulah salah satu peristiwa paling simbolis dalam pemilu parlemen Nepal tahun ini. Shah, lebih dikenal dengan nama panggung Balen, bukan hanya menang. Tapi menang telak.

Komisi pemilihan menyebut, perolehan suaranya lebih dari tiga kali lipat dibandingkan Oli. Padahal, Oli, pemimpin Marxis berusia 74 tahun itu, sudah empat kali menjabat sebagai PM.

BACA JUGA:Sushila Karki Pimpin Nepal Hingga Pemilu Maret 2026, Fokus Bangun Kabinet yang Inklusif

BACA JUGA:Kemenlu Pastikan WNI di Nepal Aman Usai Kerusuhan Demo

Balen pun diperkirakan melenggang ke kursi PM. Terlebih, Minggu, 8 Maret 2026, partainya, Rastriya Swatantra Party (RSP), mengamankan mayoritas di parlemen.

Pemilu itu memang digelar dalam situasi politik yang masih bergejolak. Enam bulan lalu, demonstrasi besar menentang korupsi menggulingkan pemerintahan yang dipimpin Oli. Sedikitnya 77 orang tewas dalam kerusuhan.

Dalam situasi seperti itu, muncullah Balen. Ia adalah simbol perubahan generasi dalam politik Nepal.

Balendra Shah lahir di Kathmandu pada 1990. Masa kecilnya berlangsung ketika Nepal dilanda perang saudara Maois pada 1996–2006. Konflik itu menewaskan ribuan orang. Juga mengakhiri monarki di negara Himalaya tersebut.


KANAL YOUTUBE Balendra Shah sebagai rapper ini sudah mendulang 1,2 pengikut.-Youtube Balen-

Balen menempuh pendidikan teknik sipil. Namun namanya lebih dulu dikenal publik melalui dunia musik hip-hop bawah tanah Nepal.

Lewat lagu-lagu rap yang beredar di internet, Balen mengkritik korupsi, ketimpangan sosial, dan stagnasi politik. Video musiknya ditonton jutaan orang. Popularitas itu membentuk basis pengikut yang kuat. Terutama di kalangan anak muda.

Menurut Balen, musik bukan sekadar ekspresi seni. Tapi medium untuk menyampaikan kepekaan sosial.

“Jika seseorang yang terlibat dalam politik juga berkecimpung dalam sastra atau musik, mereka akan lebih berempati,” ujarnya dalam wawancara saat masa kampanye pemilu. “Kita perlu memelihara sisi emosional dalam hidup. Dan seorang politikus harus memiliki sensitivitas itu,” ucapnya seperti dikutip kantor berita Agence France-Presse.

Kategori :