Ciri-ciri Penipuan Paket Lebaran 2026 dan Cara Lapor ke Polisi

Rabu 11-03-2026,15:00 WIB
Reporter : Habibatus Salamah Sholichuddin
Editor : Guruh Dimas Nugraha

HARIAN DISWAY - Menjelang Lebaran 2026, berbagai modus penipuan online kembali marak terjadi. Salah satu yang sering muncul adalah penipuan berkedok pengiriman paket Lebaran atau kiriman hadiah.

Modus itu memanfaatkan tingginya aktivitas belanja dan pengiriman barang saat menjelang hari raya. Banyak korban tidak menyadari bahwa pesan atau telepon yang diterima ternyata berasal dari penipu.

Pelaku biasanya mengaku sebagai kurir, pihak ekspedisi, atau toko online. Tujuannya membuat korban panik. Lalu mentransfer uang atau membuka tautan berbahaya.

Karena itu, masyarakat perlu memahami ciri-ciri penipuan paket Lebaran. Serta mengetahui cara melapor ke pihak berwajib. Dengan langkah yang tepat, kerugian bisa diminimalkan dan pelaku dapat ditindak secara hukum.

BACA JUGA:Waspada! Ini Ciri Penipuan Tiket Bus dan Kereta Api Lebaran 2026 Bermodus di WhatsApp

BACA JUGA:Jelang Valentine 2026, Modus Penipuan Voucher Makan Romantis Marak di WhatsApp


Ilustrasi pengiriman paket oleh kurir. Modus penipuan paket Lebaran kerap memanfaatkan layanan pengiriman barang untuk menipu korban.--Pinterest

Mengaku Kurir dan Menagih Biaya Tambahan

Salah satu ciri penipuan paket Lebaran adalah pelaku mengaku sebagai kurir pengiriman barang. Mereka biasanya menghubungi korban melalui telepon atau pesan singkat.

Pelaku kemudian meminta korban membayar biaya tambahan. Seperti pajak, biaya pengiriman ulang, atau klaim paket rusak. Modus itu sering digunakan untuk membuat korban segera mentransfer uang tanpa mengecek kebenarannya.


Pelaku kerap menelpon dan mengirim pesan berisi tautan atau file pelacakan paket palsu sering digunakan pelaku penipuan untuk mencuri data dan menguras rekening korban.--Pinterest

Mengirim Link atau File Aplikasi Palsu

Modus lain yang cukup sering terjadi adalah penipu mengirim tautan pelacakan paket atau file aplikasi. Korban diminta mengunduh file tersebut untuk mengecek status pengiriman.

Padahal file tersebut bisa berupa aplikasi berbahaya yang mencuri data ponsel. Dalam beberapa kasus, malware bahkan dapat mengambil kode OTP dan menguras rekening korban.

BACA JUGA:Marak Penipuan Aktivasi IKD 2026 via WhatsApp, Begini Cara Menghindarinya

BACA JUGA:Waspada Penipuan Tiket Mudik Gratis 2026 Palsu Yang Meminta Biaya Pendaftaran Via E Wallet

Meminta Scan QR atau Transfer Tebusan Paket

Pelaku juga sering meminta korban memindai QR code atau mentransfer uang agar paket bisa diterima. Cara itu biasanya disertai alasan. Seperti paket tertahan atau harus ditebus.

Kategori :