"Kami sudah membahas hal itu dalam persiapan. Kami mencoba menutup ruang di sekitar kotak penalti karena kami tahu mereka memiliki pemain dengan tembakan kuat dari luar kotak," jelasnya.
Namun pada prakteknya, kontrol ruang dan blok antisipatif gagal menutup celah yang dimanfaatkan lawan.
Ketika tertinggal, Persebaya memilih merespons dengan pendekatan ofensif. Sebuah keputusan yang menurut Tavares merupakan sikap yang diambil untuk tetap menjaga perlawanan.
BACA JUGA:Persebaya Tanpa Catur Pamungkas Lawan Borneo FC, Koko Ari Siap Gantikan
BACA JUGA:Kiper Persebaya Ernando Ari Catat 100 Penampilan, Targetkan Bajol Ijo Juara!
Permainan Persebaya Kurang Rapi
Persebaya kalah telak 5-1 ketika bertamu ke markas Borneo FC, Sabtu, 7 Maret 2026.-Media Persebaya-
Statistik pertandingan menunjukkan Persebaya melepaskan 13 tembakan, dengan empat di antaranya mengarah ke gawang. Tapi, membuka permainan demi mengejar ketertinggalan rupanya justru memunculkan celah yang dimanfaatkan Borneo untuk menambah gol.
"Ketika kami tertinggal, kami punya dua pilihan, menyerah atau terus mencoba. Kami memilih untuk tetap menyerang. Tetapi ketika kami membuka ruang, Borneo FC kembali mencetak gol," ujar Tavares.
Kekalahan tersebut menjadi ujian bagi Persebaya menjelang jeda kompetisi selama tiga pekan. Periode Ramadan, libur lebaran, dan FIFA Matchday.
Selama jeda tersebut, Tavares berencana melakukan evaluasi menyeluruh, menelaah aspek konversi peluang, organisasi defensif, dan ketahanan mental skuad.
Hasil evaluasi akan menjadi pijakan persiapan menjelang laga kandang melawan Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Sabtu, 4 April 2026.
Bagi Persebaya, momentum jeda itu harus dimanfaatkan untuk memperbaiki celah yang terekspos di Stadion Segiri.
Menjaga keseimbangan antara perbaikan taktik dan pemulihan mental pemain menjadi kunci agar hasil buruk di Samarinda tidak berlanjut menjadi tren negatif. (*)