⁠Pemerintah Alihkan Impor LPG dari Timur Tengah, Jamin Stok Aman Saat Lebaran

Sabtu 14-03-2026,13:23 WIB
Reporter : Taufiqur Rahman
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY — Pemerintah memastikan pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tetap aman meski terjadi penyesuaian sumber impor akibat dinamika geopolitik global. Pemerintah juga telah menyiapkan kontrak jangka panjang dengan sejumlah negara alternatif untuk menjaga stabilitas pasokan energi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan sebagian impor LPG Indonesia selama ini berasal dari kawasan Timur Tengah. Namun, dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan sumber pasokan tersebut ke kawasan lain.

“LPG kita impor 20 persen dari Timur Tengah. Total dari 7,6 juta ton impor, sekitar 70 sampai 75 persen berasal dari Amerika Serikat (AS),” kata Bahlil dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi dengan mengalihkan pasokan LPG dari Timur Tengah ke kawasan lain melalui kontrak jangka panjang.

BACA JUGA:Harga BBM Naik dan Situasi Global Memanas, DPR RI Minta Kepala Daerah Siaga saat Lebaran

BACA JUGA:143,9 Juta Orang Siap Mudik Lebaran 2026, Bisa Habiskan 53 Persen BBM, Pengamat: Picu Krisis Energi

“Dengan kondisi sekarang, pasokan LPG dari Timur Tengah kita alihkan. Kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika Serikat dan beberapa negara lain. Di akhir minggu ini masuk dua kargo dari Australia,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah telah menjadwalkan sejumlah kedatangan kargo LPG berikutnya guna memastikan pasokan tetap stabil menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri.


Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tegaskan stok BBM 20 hari adalah kapasitas maksimal tangki penyimpanan, bukan kondisi darurat. Pemerintah kini percepat pembangunan fasilitas cadangan tiga bulan.--Instagram

“Pemerintah selalu siaga untuk memastikan masuk lagi dua kargo pada 28 Maret, kemudian 4 April satu kargo lagi masuk, dan 8 April masuk satu kargo lagi,” tambah Bahlil.

Selain LPG, pemerintah juga memastikan pasokan solar nasional berada dalam kondisi aman karena seluruh kebutuhan kini telah dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.

BACA JUGA:Bahlil Imbau Masyarakat Tak Perlu Panic Buying BBM: Suplai Masih Lancar

BACA JUGA:Iran Umumkan Total 5 Titik Infrastruktur BBM Iran Dibom AS

Menurut Bahlil, operasional Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Balikpapan membantu pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor solar.

“Solar kita sudah aman dari dalam negeri. RDMP Balikpapan membantu kita mengurangi impor solar,” katanya.

Kategori :