HARIAN DISWAY - Lima pesawat pengisian bahan bakar (tanker) Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) dilaporkan rusak akibat serangan rudal Iran di Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi.
Dilansir dari laman The Wall Street Journal, pesawat-pesawat tersebut tertembak dan rusak di darat di pangkalan udara Pangeran Sultan di Arab Saudi.
Meskipun begitu, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat serangan ini.
Sejak hari pertama serangan Iran-Israel terhadap Iran, Sabtu, 28 Februari 2026, terhitung setidaknya tujuh pesawat pengisian bahan bakar Angkatan Udara AS telah rusak atau hancur secara total.
BACA JUGA:Presiden Iran Tetapkan Tiga Syarat untuk Mengakhiri Perang
BACA JUGA:Menakar Iran Pasca-Ali Khamenei
Serangan ini merujuk pada insiden hari Kamis, saat itu enam tentara Amerika tewas setelah pasukan milisi perlawanan Irak menembak jatuh pesawat AS, dilansir dari laman Pentagon.
Atas insiden ini, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengkonfirmasi kematian tentara mereka pada unggahan di platform media sosial X beberapa jam setelah pesawat pengisian bahan bakar KC-135 jatuh di Irak Barat.
“Seluruh enam awak pesawat pengisian bahan bakar KC-135 AS yang jatuh di Irak barat kini telah dipastikan meninggal dunia. Pesawat tersebut hilang saat terbang di atas wilayah udara sekutu pada 12 Maret selama Operasi Epic Fury,” unggah Komando Pusat AS pada Jumat, 13 Maret 2026.
KC-135 merupakan pesawat militer AS keempat yang rontok selama perang dengan Iran. Sebelumnya, tiga pesawat F15 AS juga jatuh di Kuwait pada hari-hari pertama perang.
BACA JUGA:Tiga Syarat Iran
BACA JUGA:Hari Ke-13 Perang, Iran Lancarkan Serangan Paling Masif pada Malam Lailatul Qadar
Dalam pernyataan terpisah, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan bahwa pesawat tersebut dicegat dan dihancurkan saat sedang melakukan misi pengisian bahan bakar untuk sebuah "pesawat tempur agresor."(*)
*) Peserta Magang dari Universitas Negeri Surabaya