BACA JUGA:Xcode 26.3 Hadirkan Agentic Coding, Apple Gandeng OpenAI dan Anthropic
Terutama ketika ia sedang mengembangkan ide produk baru. Atau menyusun strategi sebelum mendiskusikannya dengan tim.
Menurutnya, kemampuan AI dalam membantu pengambilan keputusan akan semakin penting. Apalagi seiring bertambahnya data dan dokumen perusahaan yang dapat dianalisis oleh sistem tersebut.
Meski terlihat sederhana bagi pengguna, teknologi AI membutuhkan infrastruktur yang sangat besar di belakangnya. Sistem itu bergantung pada pusat data raksasa yang dilengkapi perangkat keras khusus serta konsumsi listrik dalam jumlah besar.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, OpenAI bekerja sama dengan sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Nvidia, dan SoftBank dalam membangun infrastruktur AI berskala besar.
BACA JUGA:Samsung 2026 Dibekali Galaxy AI Baru, Ini Fitur dan Manfaatnya
BACA JUGA:Adobe Hentikan Animate Mulai 2026, Fokus AI Picu Kekecewaan Animator
Altman menyebut fasilitas tersebut sebagai “kampus besar” yang dioperasikan oleh ribuan pekerja yang bertugas mengembangkan dan memelihara sistem AI modern.
Jika prediksi Altman menjadi kenyataan, generasi mendatang kemungkinan tidak lagi melihat AI sebagai teknologi baru atau revolusioner.
Sebaliknya, AI akan menjadi alat biasa yang digunakan setiap hari untuk menulis, belajar, memecahkan masalah, hingga menciptakan produk baru.
Dalam skenario tersebut, AI akan bekerja di belakang layar secara otomatis, membantu aktivitas manusia tanpa disadari. Sementara pengguna cukup membayar layanan tersebut seperti membayar tagihan listrik atau air setiap bulan. (*)