BACA JUGA:Resep 3 Varian Susu Kurma Praktis, Sehat dan Kaya Manfaat
BACA JUGA:Resep Es Jeli Susu Kekinian, Minuman Segar Simpel untuk Buka Puasa
Dalam perjalanan masa tanam, tanaman padi miliknya sempat terserang penyakit bakteri abang kuning, yaitu penyakit yang membuat daun padi mengering.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Arif menggunakan ramuan dari daun mimbo sebagai penangkal bakteri.
"Untuk luas 1000 meter butuh sekitar 2 tangki penyiraman (daun mimbo)," urainya.
Menurut Arif, teknik bertani yang ia gunakan memang terlihat lebih rumit dibandingkan metode modern. Namun ia menilai cara tersebut justru membuat petani lebih mandiri karena tidak terlalu bergantung pada bahan kimia.
BACA JUGA:Sinergi BUMN PT Sang Hyang Seri dan PT Pupuk Indonesia Niaga Perkuat Distribusi Benih Padi Nasional
BACA JUGA:Produksi Padi Jatim Tertinggi Nasional, Khofifah Raih Satyalancana Wira Karya dari Prabowo
Hasil panen yang diperoleh pun cukup mengejutkan. Dari lahan seluas 800 meter persegi, Arif mampu menghasilkan sekitar 4,5 kuintal beras organik.
Jumlah tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan beberapa petani lain yang menggunakan pupuk kimia.
"Saya sering dianggap aneh oleh petani lain karena menggunakan cara menanam orang kuno. Dianggap ribet. Padahal, ini adalah warisan dari mbah-mbah kita petani dulu sehingga tidak sedikit-sedikit menyalahkan cuaca atau alam saat padi rusak," tandasnya. (*)