Pasar Bandeng Gresik Era Gus Yani Pecahkan Rekor, Bandeng Kawak 19 Kg Laku Rp50 Juta

Selasa 17-03-2026,11:54 WIB
Reporter : Mohamad Nur Khotib
Editor : Mohamad Nur Khotib

GRESIK, HARIAN DISWAY - Pasar Bandeng Gresik 2026 kembali mencuri perhatian publik. Seekor bandeng kawak seberat 19 kilogram dari Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, mencetak rekor baru sekaligus menjadi juara dalam kontes bandeng kawak yang digelar di kawasan Bandar Grissee, Senin, 16 Maret 2026.

Bandeng milik Syaifullah Mahdi tersebut juga menjadi primadona dalam sesi lelang. Ikan jumbo sepanjang 114 sentimeter itu dibeli oleh Petrokimia Gresik dengan harga Rp50 juta.

Ya, bandeng berukuran besar itu diketahui dibudidayakan dalam waktu panjang, yakni sekitar 17 hingga 18 tahun.

BACA JUGA:Bupati Gresik Gus Yani Resmikan Landfill Mining di TPA Ngipik, Solusi Atasi Tumpukan Sampah 10 Tahun

BACA JUGA:Gus Yani Pulangkan Anak Pekerja Migran dari Negeri Jiran, Jamin Hak Dasar Anak Terpenuhi

“Kalau melihat tahun-tahun yang lalu, berat bandeng yang kami budidayakan bisa besar. Masa budidayanya sekitar 17 sampai 18 tahun,” ujar Syaifullah Mahdi.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani alias Gus Yani menegaskan bahwa Pasar Bandeng bukan sekadar tradisi tahunan menjelang Lebaran, tetapi bagian dari identitas budaya yang terus dijaga masyarakat.

“Banyak budaya yang alhamdulillah satu per satu kami arsipkan dan juga kami lestarikan. Mulai dari Rebo Wekasan di Manyar, Malam Selawe di Kebomas, hingga Festival Bandeng Kawak yang hari ini kita rayakan melalui Pasar Bandeng. Ini adalah tradisi budaya yang terus kita jaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, tradisi ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

BACA JUGA:Gus Yani Serahkan 200 Unit Becak Listrik Bantuan Presiden kepada Pengemudi Lansia

BACA JUGA:Gus Yani Dorong Kepala Sekolah Dua Periode Uji Sertifikasi Pengawas untuk Regenerasi

“Festival-festival budaya ini punya multiplier effect, baik secara ekonomi, sosial, maupun budaya. Mudah-mudahan identitas Kabupaten Gresik terus terjaga. Kalau ingat bandeng, ya pasti ingat Kabupaten Gresik,” tegasnya.

Selain aspek budaya, sektor perikanan tambak juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemkab Gresik menyalurkan 9.825 ton pupuk bersubsidi untuk mendukung budidaya tambak.

“Selamat buat para petani tambak. Mudah-mudahan ini menjadi spirit dan motivasi agar terus membudidayakan bandeng yang ada di Kabupaten Gresik,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman menyampaikan bahwa Pasar Bandeng telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTBI) pada 2025.

Kategori :