Gus Yani Pulangkan Anak Pekerja Migran dari Negeri Jiran, Jamin Hak Dasar Anak Terpenuhi

Gus Yani Pulangkan Anak Pekerja Migran dari Negeri Jiran, Jamin Hak Dasar Anak Terpenuhi

Kebahagiaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (tengah) saat mendampingi kepulangan 3 anak dari pekerja migran Indonesia dari Kuala Lumpur di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda, Senin, 9 Februari 2026.-Moch Sahirol Layeli for Harian Disway-

Tiga anak pekerja migran Indonesia (PMI) dipulangkan dari Malaysia. Yakni setelah mereka bertahun-tahun hidup tanpa dokumen dan sekolah formal. Kini hak-hak dasar mereka pun dipulihkan. 

—-

Tangis Siti Khotimah, 50, pecah begitu tubuh kecil putranya, Haikal Amin, 12, lepas dari barisan penumpang. Tangannya gemetar, wajahnya basah, napasnya tersengal menahan rindu. 

Khotimah mengusap kepala anaknya berulang kali. Seolah memastikan Haikal benar-benar pulang. Keduanya memang baru sebulan berpisah. Tetapi, barangkali dia juga lega akhirnya masa depan putranya akan lebih terang.

Raut muka Haikal yang kegirangan pun tak bisa disembunyikan. Bocah itu bahagia karena akhirnya bisa pulang ke Indonesia khususnya Gresik. Juga ia tahu bahwa dirinya bisa segera bersekolah seperti anak-anak lain.

BACA JUGA:Gus Yani Serahkan 200 Unit Becak Listrik Bantuan Presiden kepada Pengemudi Lansia

BACA JUGA:Gus Yani Dorong Kepala Sekolah Dua Periode Uji Sertifikasi Pengawas untuk Regenerasi

"Terima kasih, Pak Bupati. Haikal mau sekolah di Gresik, kalau boleh mau mondok juga," ucapnya pelan. Saat ditanya cita-citanya, Haikal menjawab polos, "Haikal nak jadi Damkar, Pak," imbuhnya dengan logat Melayu.

Ya, pemulangan itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Gresik memastikan anak-anak PMI kembali terlindungi, beridentitas, dan memiliki akses pendidikan. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani pun tak ingin menunggu laporan tiba di meja. Ia memilih terbang ke Kuala Lumpur, menjemput anak-anak pekerja migran yang hidup di luar sistem negara. 


Tangis haru Siti Khotimah, 50, memeluk putranya, Haikal Amin, 12, di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda, Senin malam, 9 Februari 2026.-Moch Sahirol Layeli for Harian Disway-

Gus Yani mendampingi langsung kepulangan Haikal beserta Muhammad Irfan 12; Sifa Amelia, 8; dari Kuala Lumpur ke Bandara Internasional Juanda, Senin malam, 9 Februari 2026. Selama bertahun-tahun, ketiganya hidup tanpa dokumen resmi, sekolah formal, dan kepastian masa depan.

“Kalau dibiarkan, mereka akan tumbuh tanpa identitas. Itu berbahaya untuk masa depan bangsa,” kata Gus Yani saat mendampingi ketiga bocah itu.

Ketiga anak tersebut masuk kategori anak yang memerlukan perlindungan khusus (AMPK). Hak dasar mereka terhambat. Mulai dari identitas sipil, jaminan kesehatan, hingga pendidikan.

BACA JUGA:Gresik Juara Umum MTQ Jatim, Gus Yani Beri Reward Rp813 Juta di Hari Santri 2025

BACA JUGA:Bupati Gresik Gus Yani Buka Muscab Gerakan Pramuka, Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter di Era Digital

Maka, Pemkab Gresik akan menjamin hak dasar mereka terpenuhi, termasuk akses pendidikan. Untuk Haikal yang berusia 12 tahun, jalur pendidikan akan dimulai melalui kejar paket agar memperoleh ijazah formal sebelum masuk SMP. Irfan dan Amelia akan langsung disesuaikan dengan jenjang sekolah masing-masing.

Inilah yang menjadi komitmen Gus Yani. Ia menggagas program pemulihan hak anak PMI. Mencakup dokumen kependudukan hingga akses pendidikan formal. Bahkan, program tersebut dicanangkan sejak dirinya menjabat ketua DPRD Gresik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: