Review Aplikasi Pemantau Kadar Glukosa Darah Non-Invasif 2026
Reporter:
Elizabeth Natasya*|
Editor:
Indria Pramuhapsari|
Senin 02-03-2026,23:43 WIB
Cek gula darah saat puasa melalui aplikasi kontrol gula darah real-time.-pressfoto-freepik.com
HARIAN DISWAY - Di tengah menjalani ibadah puasa, badan sering tiba-tiba lemas. Padahal, asupan sahur sudah cukup. Kondisi mendadak yang disertai rasa tidak nyaman karena kepala kliyengan itu cukup umum dialami.
Banyak orang mengira, gejala-gejala itu muncul karena kurang tidur atau kurang minum. Namun, pendapat itu tidak sepenuhnya benar. Apalagi, jika keluhan itu muncul saat puasa.
Bisa jadi, yang dialami adalah kadar gula darah yang naik turun. Ketidakstabilan itu bisa memicu berbagai gejala yang mirip insomnia dan dehidrasi.
Untuk memastikannya, ada baiknya memeriksa kadar gula darah dalam tubuh. Di era serbadigital seperti sekarang, pengecekan bisa dilakukan lewat aplikasi, tanpa merepotkan orang lain.
BACA JUGA:Bahaya Tersembunyi Susu Nabati: Zat Aditif dan Lonjakan Gula Darah
BACA JUGA:Ini Deretan Buah yang Bagus untuk Penderita Diabetes, Bikin Gula Darah Terjaga

APLIKASI menjadi peranti praktis untuk mengecek gula darah. -DC Studio-freepik.com
Belakangan, bermunculan aplikasi pemantau glukosa non-invasif yang diklaim mampu membantu pengguna untuk memantau kadar gula tanpa harus menusuk jari dengan jarum.
Lalu, seberapa akurat dan efektif aplikasi tersebut? Untuk menjawabnya, berikut ini review aplikasi pemantau kadar glukosa non-invasif 2026 yang tengah banyak dibicarakan.

GENDHIS, aplikasi pemeriksa kadar gula darah karya mahasiswa FK Universitas Muhammadiyah Surabaya, sangat praktis. --freepik.com
Melalui sistem tersebut, pengguna dapat memantau kadar glukosa darah secara real-time langsung dari ponsel. Yang membuatnya menarik adalah konsep “tanpa ribet” alias non-invasif.
GENDHIS dirancang untuk meminimalkan prosedur yang merepotkan pengguna. Tak perlu lagi pencatatan manual atau bolak-balik melakukan pengecekan konvensional yang memakan waktu.
Sementara itu, data hasil pemantauan terkirim otomatis melalui sistem nirkabel dan tersaji dalam tampilan yang mudah dipahami.
Aplikasi ini tidak hanya menampilkan angka kadar gula darah. Pengguna juga dapat melihat grafik tren glukosa, mendapatkan pengingat konsumsi obat, serta mengakses fitur edukasi kesehatan.
BACA JUGA:1 dari 10 Warga Indonesia Idap Diabetes, 70 Persen Tak Menyadari Kondisinya
BACA JUGA:Waspada Diabetes, Perhatikan Frekuensi Buang Air Kencing Normal dalam Sehari
Dengan begitu, pemantauan bukan sekadar melihat angka, tetapi memahami pola dan risiko sejak dini.
Semua informasi terdokumentasi dengan rapi dan aman, bahkan membuka peluang kolaborasi dengan keluarga maupun tenaga medis.
Pendekatan patient-centered care yang diterapkan membuat GENDHIS juga personal dan praktis. Real-time monitoring memungkinkan deteksi dini jika terjadi lonjakan atau penurunan kadar gula darah secara signifikan.
Melalui sistem pemantauan real-time yang ditawarkan GENDHIS, pengguna bisa mengetahui pola naik-turun kadar glukosa sepanjang hari. Hal ini menjadi sangat relevan saat puasa, karena tubuh tidak mendapat asupan makanan dan minuman dalam waktu lama.
BACA JUGA:Waspada, Diabetes Makin Marak di Kalangan Anak Muda, Gaya Hidup Seperti Ini Jadi Penyebabnya
BACA JUGA:Puasa untuk Penderita Diabetes, Aman atau Berisiko?
Ketika kadar gula darah turun drastis tanpa disadari, gejala seperti lemas, pusing, gemetar, hingga sulit konsentrasi bisa muncul tiba-tiba.
Dengan adanya grafik tren dan notifikasi dalam aplikasi, pengguna dapat lebih waspada terhadap perubahan kadar glukosa sejak dini. Misalnya, jika grafik menunjukkan kecenderungan penurunan signifikan menjelang siang, pengguna bisa melakukan evaluasi pola sahur atau berkonsultasi dengan tenaga medis.
Fitur pengingat obat juga membantu memastikan terapi tetap teratur, sehingga risiko hipoglikemia saat puasa dapat ditekan. (*)
BACA JUGA:Pilihan Makanan Aman untuk Penderita Diabetes Saat Berpuasa
BACA JUGA:12 Makanan Pantangan Bagi Pengidap Diabetes Saat Puasa
*) Mahasiswa Magang dari Prodi Ilmu Komunikasi, UNTAG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber:
diolah dari berbagai sumber