Seni di Antara Manusia dan Kecerdasan Buatan

Seni di Antara Manusia dan Kecerdasan Buatan

ILUSTRASI Seni di Antara Manusia dan Kecerdasan Buatan.-Arya/AI-Harian Disway -

SAAT INI kita hidup dalam dunia yang berevolusi dan berdinamika dengan cepat. Kemajuan teknologi pun tidak bisa dihindari lagi. Generasi zaman sekarang adalah contoh dari generasi yang tumbuh beriringan dengan masifnya konten-konten yang beredar di media sosial

Namun, apakah konten-konten tersebut adalah konten yang asli dibuat oleh manusia atau hanyalah ”mesin” yang dilatih untuk menciptakan konten selayaknya manusia?

Tidak dapat dimungkiri bahwa realitas kehidupan digital kita sekarang sudah terpapar konten-konten yang dibuat oleh ”mesin” tersebut, benda mati yang seolah-olah menunjukkan eksistensinya sebagai manusia dengan cara membuat konten. 

Lalu, apakah sebenarnya salah ”mesin” tersebut yang mencoba untuk meniru perilaku manusia? Tentunya tidak. Sebab, ”mesin” itu adalah buatan manusia sendiri. Alasan dan tujuan manusia membuat mesin tersebut tidak sedikit, banyak faktor yang mendasari manusia melakukan hal itu. 

BACA JUGA:Seni Menikmati Libur Tanpa FOMO

BACA JUGA:Kepahlawanan Seni Rupa 'daripada' Soeharto

Dalam dunia yang terdigitalisasi ini, algoritma, kompetisi, media sosial, dan tren adalah hal-hal yang cukup menjadi latar belakang manusia menciptakan dan menggunakan ”mesin” tersebut.

Mesin yang diciptakan manusia itu, yang dikenal dengan artificial intelligence atau singkatnya, AI, bisa dibilang merupakan mesin yang bisa digunakan sebagai alat pembantu dalam kegiatan manusia sehari-hari. 

Dari definisi tersebut, tentu perkembangan teknologi saat ini tergolong praktis dan efisien. Akan tetapi, ada saja dampak negatif yang ditimbulkan dari hadirnya AI dalam kehidupan manusia. Kali ini, salah satu contohnya datang dari sudut pandang seni.

Bagaimana bisa AI dan seni saling bersinggungan? Faktor digitalisasi yang masif dan perubahan yang cepat membuat AI digunakan dalam bidang apa pun. Media sosial saat ini digunakan masyarakat sebagai bentuk ekspresi identitas diri, dan banyak dari mereka yang tidak ragu untuk menggunakan AI dalam proses tersebut. 

BACA JUGA:Dewan Kesenian Tanpa Kebaruan

BACA JUGA:Seni sebagai Investasi, Jalan Menuju Ketajaman Makna

Belakangan ini, yang ramai sekali menjadi perbincangan adalah konten-konten artistik atau seni yang menggunakan AI. Awalnya hanya mengikuti tren, akan tetapi malah mulai bermunculan kreator konten yang menggunakan generative AI dalam ”karya”-nya.

Lalu, sebenarnya apakah generative artificial intelligence itu sendiri? Singkatnya, itu adalah mesin dengan sistem kecerdasan buatan yang dilatih dengan berbagai macam kumpulan data untuk menciptakan sebuah konten seperti teks, gambar, video, musik, dan kode. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: