Seni di Antara Manusia dan Kecerdasan Buatan

Seni di Antara Manusia dan Kecerdasan Buatan

ILUSTRASI Seni di Antara Manusia dan Kecerdasan Buatan.-Arya/AI-Harian Disway -

Dulu masyarakat memuja-muja karya seni ciptaan manusia karena banyak seniman yang mumpuni dalam menuangkan perasaan pribadi ke dalam karya-karya mereka. 

Namun, sekarang masyarakat melihat sesuatu yang instan sebagai sebuah pencapaian yang layak mendapatkan apresiasi. Karena itulah, AI menjadi ”pahlawan” untuk orang-orang yang tidak memiliki kemampuan ”nyeni” tersebut. 

Selain itu, akses pada AI mudah. Oleh karena itu, banyak orang yang bisa menciptakan ”seni” kapan pun dan di mana pun, terlepas dari seberapa jauh kemampuan mereka untuk menciptakan seni.

Baik dampak positif ataupun negatif yang muncul karena hadirnya AI dalam bidang seni, seni kecerdasan buatan tetap menimbulkan pertanyaan besar yang muncul dalam masyarakat yang terdigitalisasi saat ini, yaitu ”yang manakah yang bisa disebut sebagai seni dan kreativitas murni?” 

Pertanyaan itulah yang kemudian hadir, menjadi penanda bahwa dinamika sosial akan tetap ada, termasuk bagaimana masyarakat menyikapi dan menilai seni sesuai dengan zaman. (*)

*) Nathania Trixie Marianus, mahasiswi magister kajian sastra dan budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: