Perbanas: Fundamental Perbankan Nasional Tetap Solid, Kredit Tumbuh Hampir 10 Persen

Perbanas: Fundamental Perbankan Nasional Tetap Solid, Kredit Tumbuh Hampir 10 Persen

Sektor perbankan nasional dinilai tetap berada dalam kondisi sehat dan kuat di tengah tantangan ekonomi global maupun domestik, dengan pertumbuhan kredit yang hampir menyentuh 10 persen serta likuiditas yang tetap terjaga, Jumat, 12 Juni 2026.-Humas Perbanas-

HARIAN DISWAY - Sektor perbankan nasional dinilai tetap berada dalam kondisi sehat dan kuat di tengah tantangan ekonomi global maupun domestik, dengan pertumbuhan kredit yang hampir menyentuh 10 persen serta likuiditas yang tetap terjaga, Jumat, 12 Juni 2026.

Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) sekaligus Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan fundamental industri perbankan masih solid dan mampu menjalankan fungsi intermediasi secara optimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Berdasarkan data OJK, hingga akhir April 2026 penyaluran kredit perbankan tumbuh 9,98% secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga tumbuh 11,40%. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan tetap terjaga dan fungsi intermediasi berjalan dengan baik,” ujar Hery.

Menurutnya, pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana masyarakat yang positif menjadi indikator penting bahwa sektor perbankan masih dipercaya oleh masyarakat. Kondisi tersebut sekaligus memperkuat kemampuan perbankan dalam mendukung pembiayaan berbagai sektor produktif.

BACA JUGA:Dialog Kebangsaan UHW Perbanas: Kolaborasi Generasi X, Millenial dan Z Penting untuk Membangun Ekonomi

BACA JUGA:Dialog Kebangsaan UHW Perbanas: Pendidikan Jadi Pondasi Ekonomi Inklusif dan Generasi Emas 2045

Dari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) industri perbankan tercatat sebesar 86,88 persen. Sementara itu, rasio Gross Non Performing Loan (NPL) berada pada level 2,17 persen yang menunjukkan kualitas aset perbankan masih terjaga dengan baik.

“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri perbankan masih memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung pembiayaan ekonomi dengan tetap menjaga kualitas aset,” jelas Hery.

Meski demikian, Hery mengingatkan bahwa ketidakpastian ekonomi global masih menjadi tantangan yang perlu diwaspadai. Ketegangan geopolitik, volatilitas harga energi, dan perlambatan ekonomi di sejumlah negara berpotensi memengaruhi aktivitas usaha maupun sentimen pasar keuangan.

“Karena itu, pengelolaan risiko yang prudent, kecukupan likuiditas, serta kualitas pertumbuhan kredit harus terus menjadi perhatian utama agar ketahanan industri tetap terjaga,” katanya.

BACA JUGA:Kemenangan Berharga DBL All-Star 2025 Kontra Perbanas Jelang Berangkat ke Amerika Serikat

BACA JUGA:Perjalanan Dirut BRI Hery Gunardi hingga Pimpin Perbanas 2024-2028

Untuk memperkuat daya tahan industri, Perbanas mendorong perbankan terus meningkatkan mitigasi risiko. Salah satunya melalui pelaksanaan stress test sektoral pada portofolio yang rentan terhadap kenaikan biaya energi serta penguatan sistem peringatan dini atau early warning system terhadap potensi penurunan kualitas kredit.

Selain itu, disiplin dalam penyaluran kredit sesuai profil risiko debitur juga perlu terus diperkuat. Langkah tersebut dinilai penting agar pertumbuhan kredit tetap berkualitas dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: