"Kami ingin mengingatkan bahwa tujuan kami tidak pernah dimaksudkan untuk menantang performa olahraga tim-tim yang berpartisipasi dalam kompetisi ini. Kami semata-mata meminta peraturan kompetisi ditegakkan," begitu pernyataan FRMF.
"Federasi menegaskan kembali komitmennya untuk menghormati peraturan, memastikan kejelasan dalam kerangka kompetisi, dan menjaga stabilitas dalam kompetisi Afrika," lanjut mereka.
BACA JUGA:Hasil Drawing Piala Dunia 2026: Brasil–Maroko, Belanda–Jepang, Inggris-Kroasia Panaskan Fase Grup!
BACA JUGA:Africa Cup Maroko vs Lesotho 7-0: Singa Atlas Pesta Gol, Brahim Diaz Cetak Hattrick
"Kami Federasi juga ingin menyampaikan apresiasi kepada semua negara yang berpartisipasi dalam AFCON kali ini, yang merupakan momen penting bagi sepak bola Afrika," tambah organisasi itu lagi.
Di sisi lain, Maroko juga dikenai sanksi akibat perilaku suporter dan stafnya selama laga final yang panas tersebut. Maroko harus membayar denda sebesar USD100.000 (sekitar Rp1,5 miliar) karena insiden gangguan terhadap ofisial pertandingan di area VAR.
Selain itu, mereka juga didenda karena penggunaan laser oleh penonton di tribun serta masalah koordinasi yang melibatkan petugas pemungut bola. (*)