WASHINGTON, HARIAN DISWAY – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memicu kontroversi setelah menyamakan serangan militer AS ke Iran dengan serangan Jepang ke Pearl Harbor pada 1941.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat menerima Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Oval Office, Kamis, dalam pertemuan yang turut diwarnai momen canggung.
Saat sesi tanya jawab, seorang jurnalis Jepang menanyakan alasan AS tidak memberi tahu sekutu sebelum melancarkan serangan ke Iran.
BACA JUGA:F-35A Lightning II Ditembak Iran, Jet Siluman Andalan AS Dipaksa Mendarat Darurat
BACA JUGA:Trump Klaim Perang Iran Bisa Segera Berakhir, AS Telah Capai Kemajuan Besar
Trump pun menanggapi dengan menekankan pentingnya unsur kejutan dalam operasi militer.
“Satu hal yang tidak ingin Anda lakukan adalah memberi terlalu banyak sinyal. Saat kami masuk, kami masuk dengan sangat keras dan kami tidak memberi tahu siapa pun karena kami menginginkan kejutan. Siapa yang lebih tahu tentang kejutan selain Jepang?” ujarnya.
Pernyataan tersebut sempat memicu tawa di ruangan. Namun suasana berubah ketika Trump melanjutkan dengan komentar yang lebih sensitif.
“Mengapa Anda tidak memberi tahu saya tentang Pearl Harbor?” ujarnya.
BACA JUGA:Jawab Trump, Presiden Iran Nyatakan Negaranya Tak Akan Menyerah ke Amerika
BACA JUGA:Trump Wajibkan Iran Menyerah Tanpa Syarat untuk Akhiri Perang
Komentar tersebut langsung merujuk pada peristiwa bersejarah serangan Jepang ke pangkalan militer AS di Pearl Harbor, Hawaii, pada 7 Desember 1941.
Serangan itu menewaskan sekitar 2.390 warga Amerika dan menjadi pemicu masuknya AS ke dalam Perang Dunia II.
Momen tersebut membuat suasana pertemuan berubah canggung. PM Jepang Sanae Takaichi dilaporkan terkejut dan tampak menggeser posisi duduknya.
Pernyataan Trump menuai beragam reaksi. Pendukungnya menilai komentar tersebut sebagai respons spontan yang tajam.