Keduanya menegaskan kembali pentingnya prinsip politik luar negeri bebas aktif, dengan merujuk pada sejarah Indonesia dalam Konferensi Asia Afrika (KAA) dan Gerakan Non-Blok.
Megawati juga membagikan pengalaman kunjungan terbarunya ke kawasan Timur Tengah, termasuk ke Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.
Informasi tersebut dinilai relevan di tengah upaya Indonesia mendorong perdamaian di kawasan tersebut melalui berbagai forum internasional.
BACA JUGA:Gajah Indonesia Terancam Punah, Presiden Prabowo Siapkan Inpres Penyelamatan Habitat
BACA JUGA:Prabowo Apresiasi Lonjakan ROA Danantara, Potensi Setor Rp800 Triliun ke Negara
Hasto menegaskan, pertemuan ini mencerminkan nilai budaya politik Indonesia yang menjunjung tinggi musyawarah dan gotong royong.
Menurutnya, dialog antar pemimpin bangsa merupakan kunci menjaga stabilitas nasional di tengah perbedaan politik.
“PDI Perjuangan menegaskan bahwa bangsa Indonesia memiliki semangat gotong royong sehingga pertemuan antarpemimpin bangsa... selain sesuai dengan kultur bangsa, untuk saling berdialog, bermusyawarah, juga ditujukan bagi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Pertemuan Prabowo dan Megawati ini dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat komunikasi politik lintas kekuatan nasional, sekaligus menjaga stabilitas pemerintahan di tengah tantangan global. (*)