Prabowo Akan Perbanyak Proyek yang Meningkatkan Protein Masyarakat

Prabowo Akan Perbanyak Proyek yang Meningkatkan Protein Masyarakat

Presiden Prabowo Subianto berdiri di pinggir tambak udang di kawasan Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah -Laily Rachev/BPMI Setpres -

HARIAN DISWAY - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan proyek-proyek produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah, serta memperkuat perekonomian nasional.

Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat melaksanakan panen raya udang dan meninjau kegiatan sortir hasil panen di kawasan Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Kepala Negara menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memperluas pembangunan sektor-sektor produktif di berbagai daerah, khususnya yang mampu menghasilkan protein bagi masyarakat sekaligus berorientasi ekspor guna meningkatkan devisa negara.

“Kita akan bangun proyek-proyek produktif yang menghasilkan protein untuk rakyat kita, dan juga untuk jual ke luar negeri supaya kita bisa dapat devisa. Saya kira nanti dalam bulan-bulan yang akan datang kita akan mempercepat proses pembangunan yang produktif. Semua yang produktif akan kita jalankan. Produktif artinya harus menghasilkan nilai tambah,” ujar Kepala Negara.

BACA JUGA:Di Panen Raya Udang, Prabowo Janji Perkuat Kedaulatan Pangan dan Sumbat Kebocoran Kekayaan Negara

BACA JUGA:Dolar dan Prabowonomics

BACA JUGA:Prabowo Bidik Swasembada Protein Setelah Beras

Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga mengungkapkan telah memberikan arahan kepada jajaran Kabinet Merah Putih agar memprioritaskan proyek-proyek yang mampu membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Kepala Negara menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan bukan semata pada megahnya infrastruktur, melainkan pada manfaat ekonomi yang dirasakan rakyat.


Presiden RI Prabowo Subianto bercengkrama dengan para petani udang di Kebumen, Jawa Tengah-Sekretariat Presiden -

“Saya kasih petunjuk ke Kabinet, yang boleh kita dukung, yang harus kita dukung, yang harus kita jalankan adalah proyek-proyek yang produktif. Batasan produktif apa? Menciptakan lapangan kerja untuk rakyat kita. Kedua, menghasilkan nilai tambah, menambah kekayaan bangsa Indonesia, menambah penghasilan rakyat kita. Itu arti produktif,” tegas Presiden Prabowo.

BACA JUGA:Prabowo Ungkap Rp 15.400 Triliun Kekayaan RI Hilang Akibat Kecurangan Ekspor

BACA JUGA:Prabowo: Anggaran Pendidikan Terbesar di Dunia, Namun Banyak Kebocoran

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut menekankan pentingnya efisiensi dan orientasi hasil dalam pembangunan nasional. Kepala Negara menilai bahwa pembangunan fasilitas fisik harus diimbangi dengan produktivitas yang nyata bagi masyarakat.

Presiden Prabowo menyatakan bahwa saat ini pemerintah agak menunda pembangunan fasilitas kantor. Menurut Beliau, kantor memang diperlukan, tetapi jangan sampai ada kantor megah yang tidak memiliki produktivitas atau produk yang dihasilkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: