Kondisi itu tentu sangat mengkhawatirkan. Gabriel dan Saliba merupakan duet bek tengah utama yang menjadi tulang punggung pertahanan Arsenal sepanjang musim.
Mikel Arteta jadikan kegagalan Arsenal di final Carabao Cup sebagai motivasi untuk bangkit kejar gelar Premier League, FA Cup, dan Liga Champions musim ini.--AFP
Kehilangan keduanya secara bersamaan bisa menjadi pukulan besar, terutama bagi tim yang sedang memburu gelar Liga Inggris pertama sejak musim 2003-04.
Tantangan Arsenal juga tidak ringan setelah jeda internasional berakhir. Mereka akan langsung menghadapi jadwal padat dan menentukan, dimulai dengan laga perempat final FA Cup melawan Southampton pada 4 April.
Tiga hari kemudian, mereka harus menjalani pertandingan penting di perempat final Liga Champions menghadapi Sporting CP.
Di kompetisi domestik, Arsenal memang masih berada di posisi yang cukup nyaman dengan keunggulan sembilan poin atas Manchester City. Namun, situasi tersebut belum sepenuhnya aman mengingat City masih memiliki satu pertandingan lebih banyak untuk dimainkan.
BACA JUGA:Rating Pemain Arsenal yang Dikalahkan Man City 0-2 di Final Carabao Cup, Kepa Paling Kacau
BACA JUGA:Francesco Pio Esposito Setia di Inter Milan, Arsenal dan Newcastle Terancam Gigit Jari
Dengan jadwal yang begitu padat dan tekanan yang semakin besar, tim medis Arsenal kini berpacu dengan waktu untuk memulihkan kondisi Gabriel.
Keputusan terkait kebugarannya akan sangat menentukan peluang Arsenal dalam mempertahankan konsistensi di berbagai kompetisi.
Jika Gabriel dan Saliba tidak bisa segera kembali, Arteta kemungkinan harus merombak lini pertahanan dan mengandalkan opsi pelapis yang belum tentu memiliki pengalaman yang sama.
Hal tersebut bisa menjadi titik krusial yang menentukan apakah Arsenal mampu menjaga performa hingga akhir musim atau justru kehilangan momentum di saat paling penting. (*)