Film dokumentar BTS: The Return ungkap beratnya beban BTS saat comeback. Foto: Jungkook mengutak-atik camcorder lawas dari sutradara Bao Nguyen.-Netflix-
Untuk menangkap sisi personal para member, Bao menggunakan pendekatan yang tidak biasa. Ia memberikan camcorder jadul kepada masing-masing member untuk merekam kehidupan mereka sendiri.
"Bagi saya, rekaman video dari camcorder itu terasa seperti paman atau ayah Anda yang sedang merekam video rumahan. Aku menyukai teksturnya," jelas sang sutradara.
BACA JUGA:RM BTS Cedera, Janji Tetap Sapa ARMY Saat Konser Comeback ARIRANG di Gwanghwamun
BACA JUGA:Lirik dan Terjemahan SWIM, Perjuangan BTS Comeback ke Pelukan ARMY
Menurutnya, tekstur visual dari kamera lawas tersebut menciptakan nuansa seperti video keluarga yang hangat dan autentik.
Meski awalnya para member (terutama Jungkook) mengalami kesulitan karena terbiasa menggunakan ponsel, hasil rekaman tersebut justru menghadirkan momen-momen intim yang tidak bisa ditangkap kamera profesional.
Selain itu, Bao juga membatasi jumlah kru saat proses syuting di Seoul dan Los Angeles demi menjaga kenyamanan dan kejujuran interaksi para member.
"Aku menempatkan kamera di tempat-tempat yang tersembunyi. Yang paling tidak disadari tempatnya. Aku ingin interaksi mereka sementah mungkin, sealamiah mungkin," kata Bao. "Dan itulah tantangan terbesarnya," lanjut pria berdarah Vietnam itu.
BACA JUGA:Bikin Bangga! Suga BTS Terbitkan Buku Terapi Musik untuk Anak Autis Bareng RS Severance
BACA JUGA:BTS Rilis Trailer Animasi ARIRANG, Kenalkan Sejarah Tujuh Pemuda Korea di Era 1896
Beban Berat di Balik Status Global
Suga dan RM ingin lebih banyak lirik nahasa Korea di ARIRANG. Foto: Adegan BTS: The Return yang memperlihatkan RM, V, dan Suga di ruang mixing selama pembuatan lagu ARIRANG. -Netflix-
Salah satu poin paling kuat dalam dokumenter ini adalah diskusi serius antar member terkait arah musik dan strategi pemasaran album. Bao ingin menunjukkan bahwa di balik kesuksesan besar, terdapat proses panjang yang penuh pertimbangan.
"Ketika Anda menjadi grup terbesar di dunia, Anda tidak hanya memikirkan musik, tetapi juga bagaimana menyampaikannya kepada dunia," ujarnya.
Dari proses tersebut, Bao menyadari betapa besar tekanan yang dipikul RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V, dan Jungkook.
"Aku baru menyadari bahwa mahkota yang mereka kenakan sangat berat. Mereka tidak hanya membuat musik, tetapi juga mewakili sebuah negara," tuturnya.