Jika skenario terburuk terjadi dan mereka turun kasta, kemungkinan besar akan terjadi eksodus pemain bintang—dan Romero diprediksi menjadi salah satu yang pertama hengkang.
Situasi itu jelas menjadi peluang besar bagi Atletico Madrid. Namun, mereka tidak sendirian. Manchester United juga memantau perkembangan sang pemain dan bisa menjadi pesaing serius jika siap memenuhi tuntutan finansial, termasuk gaji tinggi Romero.
Di sisi lain, faktor Piala Dunia juga ikut memengaruhi dinamika transfer. Jika Romero tampil impresif di turnamen tersebut, nilai pasarnya bisa meningkat dan membuat proses transfer menjadi lebih rumit atau mahal, meskipun ada klausul khusus.
Sinyal hengkang Romero menguat lewat klausul khusus €60 juta untuk Atletico, Barca, dan Real Madrid jika kondisi Tottenham di Liga Inggris terus memburuk.--Getty Images
Keputusan akhir nantinya akan berada di tangan manajemen Atletico yang kini dipimpin oleh Mateu Alemany.
Ia harus menentukan apakah akan langsung mengaktifkan klausul €60 juta (sekitar Rp 1,1 triliun) tersebut atau mencoba menegosiasikan harga yang lebih rendah—terutama jika kondisi Tottenham semakin memburuk.
Selain biaya transfer, Atletico juga harus mempertimbangkan struktur gaji, karena Romero saat ini menerima bayaran besar di Tottenham.
BACA JUGA:Igor Tudor Realistis: Fokus Tottenham Bukan Liga Champions, Tapi Bertahan di Premier League
BACA JUGA:Barcelona Kepincut Bek Muda Tottenham Luka Vuskovic, Siap Tebus 40 Juta Euro?
Meski demikian, dengan adanya klausul khusus untuk klub La Liga, peluang Atletico untuk mendapatkan bek incarannya tetap terbuka lebar.
Secara keseluruhan, transfer ini bukan hanya soal harga, tetapi juga strategi, timing, dan kondisi kedua klub. Jika semua faktor berpihak, bukan tidak mungkin Romero akhirnya akan berlabuh di Spanyol dalam waktu dekat. (*)