HARIAN DISWAY - Iran memberikan lima syarat untuk mengakhiri perang di Timur Tengah setelah mereka menolak proposal damai terbaru dari Amerika Serikat (AS).
Dikutip dari laman AFP, Amerika Serikat (AS) dan Iran saat ini masih terlibat dalam perundingan perdamaian meskipun media pemerintah Iran mengatakan bahwa Teheran telah menolak rencana Washington untuk mengakhiri perang.
Dalam laporan media mengenai rincian rencana 15 poin AS yang berisi tuntutan kepada Teheran, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan bahwa perundingan masih terus berlanjut dan berjalan dengan produktif.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Teheran Abbas Araghchi menolak segala upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik. Dalam pernyataannya di televisi pemerintah Iran, ia mengatakan bahwa saat ini kebijakan Iran adalah melanjutkan perlawanan.
BACA JUGA:Iran Tembak Kapal Induk AS, Perang Timur Tengah Kian Meluas
BACA JUGA:AS Kirim Proposal Damai ke Iran, Harapan Akhiri Perang Timur Tengah Menguat
"Kami tidak berniat untuk bernegosiasi. Sejauh ini, belum ada negosiasi yang terjadi, dan saya yakin posisi kami sepenuhnya berprinsip," Tegas Abbas Araghchi.
"Membicarakan negosiasi sekarang sama dengan mengakui kekalahan," lanjutnya.
Dikutip dari laman Press TV, seorang pejabat senior di bidang politik dan keamanan mengatakan bahwa penolakan atas proposal Amerika untuk mengakhiri perang yang sedang berlangsung ini hanya akan terjadi dengan syarat dan waktu yang ditentukan oleh Teheran sendiri.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Iran tidak akan membiarkan Presiden AS Donald Trump mendikte waktu berakhirnya perang.
BACA JUGA:Filipina Darurat Energi Akibat Perang Iran, Andalkan Batu Bara untuk Stabilkan Listrik
“Iran akan mengakhiri perang ketika memutuskan untuk melakukannya dan ketika syarat-syaratnya terpenuhi,” terang pejabat tersebut.
Pejabat tersebut juga menganggap bahwa pengajuan proposal tersebut dianggap berlebihan dan tidak sesuai dengan kenyataan kegagalan Amerika di medan perang.
Ia juga membandingkan situasi tersebut dengan negosiasi yang diadakan pada musim semi dan musim dingin tahun 2025, dan menyebutnya sebagai negosiasi yang menipu.
Oleh karena itu, Teheran secara resmi mengkategorikan lima syarat untuk mengakhiri perang. Syarat-syarat tersebut meliputi:
1. Penghentian total terhadap agresi dan pembunuhan oleh musuh.
BACA JUGA:Filipina Darurat Energi Akibat Perang Iran, Andalkan Batu Bara untuk Stabilkan Listrik
BACA JUGA:Adu Narasi Donald Trump dan Iran tentang Akhir Perang: Klaim Segera Berakhir untuk Tenangkan Pasar
2. Pembentukan mekanisme konkret untuk memastikan bahwa perang tidak terulang kembali di Republik Islam.
3. Pembayaran ganti rugi perang dan kompensasi yang terjamin dan didefinisikan secara jelas.
4. Berakhirnya perang di semua front dan bagi semua kelompok perlawanan yang terlibat di seluruh wilayah tersebut.
5. Pelaksanaan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz adalah dan akan tetap menjadi hak alami dan sah Iran, dan hal itu merupakan jaminan bagi pelaksanaan komitmen pihak lain, dan harus diakui.
BACA JUGA:Target Okupansi Hotel di Puncak Libur Lebaran Meleset, Warga Tahan Diri Pelesiran
BACA JUGA:Mengenal Mohammad Bagher Ghalibaf, Petinggi Militer Iran yang Difavoritkan AS
Ketentuan-ketentuan tersebut merupakan tambahan dari tuntutan yang sebelumnya diajukan oleh Teheran selama putaran kedua negosiasi di Jenewa, yang berlangsung beberapa hari sebelum AS dan Israel melakukan agresi baru pada 28 Februari 2026.(*)
*) Peserta Magang dari Universitas Negeri Surabaya