Hadapi Arus Balik dan Gejolak Timur Tengah, Pemerintah Maksimalkan Produksi Domestik dan Alternatif Impor

Hadapi Arus Balik dan Gejolak Timur Tengah, Pemerintah Maksimalkan Produksi Domestik dan Alternatif Impor

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan stok BBM dalam negeri aman meski sejumlah negara telah mengumumkan status darurat-Dok. ESDM-

HARIAN DISWAY - Di tengah gejolak konflik Timur Tengah, pemerintah Indonesia memastikan stok BBM terkendali meskipun kapal tanker Pertamina Pride dan Gamsunoro dilaporkan tertahan di Teluk Persia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan pengecekan pasokan Energi dalam menghadapi arus balik lebaran Idulfitri 1447 H, khususnya di sektor bahan bakar minyak (BBM).

Pengecekan tersebut mencakup ketersediaan solar dan bensin, termasuk fasilitas pengisian kendaraan listrik (SPKLU) serta pasokan Energi di sejumlah PLTU.

Dari hasil pemantauan, ia melaporkan bahwa distribusi dan kesediaan Energi di Indonesia berjalan dengan baik.

BACA JUGA:Cara Membersihkan Filter Motor Sendiri di Rumah: Bikin Tarikan Enteng dan Irit BBM 2026

BACA JUGA:Warga Singapura Heran Harga BBM di Indonesia Stabil di Tengah Perang Timur Tengah

Alhamdulillah kami mendapatkan laporan bahwa atas kerja sama tim dan kerja sama dari masyarakat, satgas, untuk di sektor ESDM mulai dari 10 hari sebelum hari raya sampai dengan sekarang, alhamdulillah berjalan baik,” jelas Bahlil.

Meskipun saat ini pasokan BBM di Indonesia dilaporkan dalam kondisi aman dan terpenuhi dengan baik, Bahlil mengakui bahwa dinamika geopolitik global sulit diprediksi dan berharap konflik yang terjadi dapat segera berakhir.

“Namun, kita harus menyadari bahwa kondisi geopolitik ini tidak ada satu orang pun yang meramalkan. Bahkan dalam berbagai analisa itu rasanya sih, kita berdoa agar bisa selesai perang dengan baik, cepat,” Ucap Bahlil.

Sebagai langkah antisipasi, Bahlil mengungkapkan bahwa presiden telah memerintahkan untuk mencari sumber pasokan minyak dari berbagai negara serta mengoptimalkan pemanfaatan energi domestik.

BACA JUGA:Krisis BBM Imbas Penutupan Selat Hormuz, Filipina Impor Minyak dari Rusia

BACA JUGA:Konsumsi Pertamax Series Naik Signifikan Saat Lebaran 2026, BBM Berkualitas Jadi Primadona

“Solar kita insyaallah tidak lagi kita lakukan impor. Jadi clear, BBM berbentuk bensin sebagian 50% kita masih impor, sebagian kita dalam negeri,” jelas Bahlil.

Sementara untuk LPG, Indonesia masih melakukan impor agar pasokan energi nasional tetap terkendali.

“Tetapi kita sudah mencari alternatif-alternatifnya, termasuk crude-nya (minyak mentah,Red). LPG kita masih impor kurang lebih sekitar 70% dari kebutuhan kita,” ungkap Bahlil

“Tapi saya yakin kepada Bapak Ibu semua, insyaallah kita dalam kondisi baik,’ lanjutnya.

BACA JUGA:Harga BBM Tetap Stabil di Tengah Perang Timur Tengah, Warganet Soroti Kebijakan Pemerintah

BACA JUGA:Pertamina Pastikan Stok BBM Lebaran 2026 Aman, Cadangan Nasional Tembus 28 Hari

Lebih lanjut, Bahlil menyatakan bahwa kondisi harga BBM Indonesia saat ini masih relatif stabil meskipun banyak negara yang terkena imbas dari eskalasi konflik Timur Tengah.

“Insyaallah, doa ya, jangan naik. Doa supaya pemerintah bisa tetap menjaga harga minyak subsidi sekalipun dalam dinamika global yang begini,” kata Bahlil.(*)

*) Peserta Magang dari Universitas Negeri Surabaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: