HARIAN DISWAY - Nama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik Muhammad Syahrul Munir tercantum dalam daftar delapan Petugas Haji Daerah (PHD) dari Kabupaten Gresik.
Mereka akan memberikan pelayanan serta pendampingan terhadap para jemaah asal Kabupaten Gresik selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci dalam momen Haji 2026.
Terpilihnya Muhammad Syahrul Munir menjadi petugas haji daerah tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Nomor 19 Tahun 2026.
Tepatnya, pada keputusan tentang Petugas Haji Daerah Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Politisi muda itu terpilih setelah menjalani sejumlah tahapan tes dan lolos seleksi.
BACA JUGA:M Syahrul Munir Desak OPD Percepat Realisasi Program Bantuan dan Insentif Guru
“Iya (Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir) jadi petugas haji daerah, kalau PHD Kabupaten Gresik ada delapan orang,” kata Kepala Kantor Kemenhaj Gresik, Lulus, saat dikonfirmasi pada Rabu, 25 Maret 2026.
Menurut Lulus, seleksi dilakukan secara ketat karena petugas haji daerah membawa konsekuensi dan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas selama memberikan pelayanan kepada para jemaah haji di Tanah Suci.
“Sesuai hasil rekrutmen, petugas sudah sesuai tahapan dan final,” terangnya.
Lulus mengungkapkan bahwa petugas haji daerah terdiri dari petugas layanan umum dan petugas kesehatan. Adapun petugas haji daerah tidak mendapatkan honor atau gaji. Berbeda dengan ketua kloter dan pembimbing kloter.
BACA JUGA:DPRD Gresik Adaptif dan Prorakyat di Bawah Kepemimpinan Syahrul Munir
BACA JUGA:Bersinergi, Kapolres dan Ketua DPRD Gresik Kawal Sengketa Warga-PT BIP
“Jadi kalau ketua kloter dan pembimbing kloter itu dapat honor, tapi kalau PHD tidak dapat honor. Begitu tes dan wawancara dan dinyatakan lulus harus bayar Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar 93.862.590,” jelasnya.
Sebagai catatan, jumlah Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Gresik yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 2026 ini tercatat mencapai 2.846 jemaah. Angka ini melonjak tajam dibanding keberangkatan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 2.139 jemaah. (*)