RSH Unair Buka Program Volunteer selama Libur Lebaran, Bangkitkan Kepedulian Anak Muda Terhadap Hewan

Sabtu 28-03-2026,15:00 WIB
Reporter : Ilmi Bening
Editor : Guruh Dimas Nugraha

HARIAN DISWAY - Di tengah meriahnya Lebaran dan ramainya gema takbir, anak-anak muda biasanya lebih memilih mudik. Melepas rindu dengan keluarga. Namun, tidak dengan volunteer mahasiswa di Rumah Sakit Hewan Universitas Airlangga (RSH Unair). 

Puluhan volunteer tersebut mayoritas berasal dari bidang medis. Ada juga yang berasal dari non-Kedokteran Hewan.

Meski begitu, mahasiswa dari jurusan Kedokteran Hewan tetap menempati posisi terbanyak. "Ada 33 volunteer yang membantu mengoptimalkan pelayanan di RSH Unair. Ada yang dari Program Studi Ners dan Teknik Biomedik," terang Prof. Dr. Anwar Ma'ruf, drh., M.Kes, Direktur RSH Unair.

Seluruh volunteer memiliki tugas yang beragam di libur Lebaran. Di ruang-ruang sekitar RSH Unair itu, mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

BACA JUGA:Rumah Sakit Hewan Unair Siagakan Layanan saat Libur Lebaran, Kasus Diare dan Muntaber Mendominasi

BACA JUGA:Rumah Sakit Hewan (RSH): Ruang Asih dan Asuh bagi Hewan

Semuanya sudah diatur dan ditentukan oleh petugas medis RSH Unair. Ada yang sekadar mengajak jalan-jalan hewan, membantu menangani operasi, memberi pakan, dan lain-lain.


Hewan di RSH Unair dirawat di kandang masing-masing. - Rosyidah Ariyati - Harian Disway

Andini Salsabila, volunteer mahasiswa semester 4 Kedokteran Hewan Unair, mendapat kesempatan untuk membantu proses operasi pyometra (infeksi rahim). Itu adalah kegiatan operasi hewan untuk yang kedua kalinya.

“Yang operasi pertama itu angkat testis kucing saat operasi sterilisasi. Rasanya seru. Tetapi cukup menegangkan. Saya hanya diminta untuk memegang hewannya dan mengambilkan alat-alat medis,” ujar Andini yang waktu itu membantu Dr. Miyayu Soneta Sofyan drh., M. Vet melakukan observasi di ruang poli usai operasi.

Tak hanya Andini, volunteer mahasiswa lain juga menyaksikan berbagai momen berkesan yang mampu membangkitkan rasa peduli terhadap hewan.

BACA JUGA:Parade Hewan KBS Mulai 23 Maret 2026, Pengunjung Bisa Foto dengan Satwa

BACA JUGA:Damkar Surabaya Tangani 2.306 Laporan Selama Januari-November, Terbanyak Justru Evakuasi Hewan

Salah satunya dialami oleh Mirza Aqila Ar-Rahman. Sekitar pukul 10 pagi, seorang cat pawrents (sebutan untuk pemilik kucing) membawa kucingnya yang sedang sesak napas.

“Kami sudah berusaha bersama-sama membantu dokter hewan untuk memberikan pertolongan pertama. Namun, ternyata tetap tidak tertolong. Belum sempat ada satu jam, kucingnya mati di ruang poli. Padahal akan dilakukan tindakan rontgen. Momen itu cukup membekas di hati saya,” kata mahasiswa Kedokteran Hewan Unair kepada Harian Disway, 27 Maret 2026.

Kategori :